7 Jenis Komponen Elektronika: Fungsi, Gambar dan Simbol, Lengkap!

Jika kita memasuki dunia elektronika, maka kita akan mengenal banyak sekali komponen elektronika. Pada prakteknya kita akan menggunakan komponen tersebut dalam menyusun sebuah rangkaian elektronik. Kita akan membahas komponen-komponen yang umum digunakan, lalu kita juga akan mengenali fungsinya dan simbolnya yang biasa digunakan dalam rancangan rangkaian.

Komponen elektronik secara umum terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu komponen aktif dan pasif. Klasifikasi dari komponen aktif dan pasif ditentukan oleh faktor seperti sumber, fungsinya, dan beberapa faktor lainnya. Perbedaan antara komponen aktif dan pasif dapat dilihat sebagai berikut:

Komponen Aktif Komponen Pasif
Bersifat mengalirkan daya/energi dalam rangkaian Memanipulasi dan mengatur daya/energi dalam rangkaian
Menghasilkan energi dalam bentuk tegangan atau arus Menyimpan energi dalam bentuk tegangan atau arus
Mampu mengatur aliran arus listrik Tidak bisa mengatur aliran arus listrik
Membutuhkan intervensi dari luar rangkaian Tidak membutuhkan intervensi dari luar rangkaian
Contoh Komponen: Dioda, Transistor, IC Contoh Komponen: Resistor, Kapasitor, Induktor

Setelah kita memahami karakteristik dari komponen aktif dan pasif, maka selanjutnya kita akan melihat karakteristik dari komponen elektronika tersebut dan apa saja jenis serta fungsinya.

1. Resistor

Ketika kita mendengar komponen resistor membuat kita bertanya, apa sih fungsinya? Coba anda bayangkan saja jika sebuah rangkaian tanpa resistor maka arus yang mengalir akan menjadi sangat besar dan dapat merusak banyak komponen lain. Bayangkan sebuah sistem listrik dengan tegangan yang tidak terkendali maka sistem tersebut akan kacau. Itulah fungsi utama sebuah resistor.

Resistor dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

Komponen Gambar Simbol
Resistor dengan Nilai Tetap Resistor simbol resistor
Resistor Variabel resistor variabel simbol resistor variabel
Light Dependent Resistor (LDR) LDR Simbol LDR

Resistor nilai tetap adalah resistor dengan resistansi (dalam satuan ohm) yang tidak bisa diubah nilainya. Resistor jenis ini digunakan untuk mengatur perhitungan arus dan tegangan yang tepat dalam suatu rangkaian. Nilai resistansi atau hambatan pada resistor tetap ditentukan saat tahap desain rangkaian karena jika memerlukan perubahan maka perlu dilakukan penggantian komponen.

Resistor variabel mampu mengubah hambatan sesuai dengan kebutuhan. Resistor ini terdiri dari elemen resistor tetap dan pengatur yang menyentuh elemen resistor. Resistor variabel biasanya digunakan untuk kalibrasi perangkat elektronik.

LDR memiliki nilai resistansi yang berbeda sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya. LDR sangat berguna di banyak rangkaian elektronik, terutama pada alarm, perangkat switching, jam, lampu jalan, dan lainnya

2. Kapasitor

Kapasitor adalah komponen aktif dengan kemampuan menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik. Energi listrik dalam kapasitor akan dilepaskan dan disimpan kembali dalam waktu yang sangat singkat. Kapasitor juga memiliki kemampuan memblokir sinyal DC. Kapasitor digunakan dalam beberapa rangkaian seperti filter,

Kapasitor dibedakan berdasarkan jenis bahan yang menyusunnya. Masing-masing bahan memiliki karakteristik sendiri. Berikut adalah beberapa jensi kapasitor dan bahannya

Jenis Komponen Gambar
Kapasitor Keramik Kapasitor
Kapasitor Plastik Kapasitor Plastik
Kapasitor Aluminium Aluminium
Kapasitor Tantalum Kapasitor Tantalum

Perbedaan kapasitor dari jenis jenis bahannya tersebut adalah seberapa efisien kapasitor dapat menyimpan energi listrik Kapasitor keramik dan plastik tergolong cukup murah tapi memiliki kapasitansi yang lebih sedikit daripada kapasitor aluminium dan tantalum.

Kapasitor memiliki banyak aplikasi yang diterapkan dalam rangkaian listrik. Beberapa fungsi kapasitor antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kapasitor dapat menstabilkan tegangan yang mengalami banyak noise, kapasitor akan melepaskan energi listrik yang tersimpan untuk menstabilkan rangkaian.
  • Lampu Blitz/Flash pada kamera menggunakan kapasitor untuk melepaskan energi listrik yang tersimpan dalam satu momen untuk menghasilkan cahaya.
  • Kapasitor dapat digunakan sebagai sensor sebagai contohnya pada sensor sentuh di smartphone kita.
  • Aplikasi kapasitor pada motor digunakan untuk melakukan start saat motor akan dijalankan. Kapasitor berfungsi melepaskan energi yang besar saat motor akan di start untuk menghasilkan torsi yang cukup besar saat menjalankan motor pertama kali setelah kondisi OFF.

3. Induktor

Induktor atau Coil adalah komponen yang serupa dengan kapasitor tapi memiliki sifat yang berbeda. Serupa karena induktor juga menyimpan energi, tapi perbedaannya adalah induktor menyimpan energi dalam bentuk medan magnetik.Perbedaan lainnya adalah induktor menjaga nilai arus dalam suatu rangkaian tidak mengalami perubahan sementara kapasitor menjaga stabilitas tegangan rangkaian tersebut.

Jenis-jenis induktor yang ada dibedakan dari bahan yang menjadi inti dari sebuah induktor. Karena induktor berbentuk gulungan maka benda yang dililit oleh gulungan tersebut adalah apa yang kita sebut sebagai inti induktor. Berikut jenis-jenis induktor berdasarkan intinya.

Komponen Gambar Simbol
Induktor inti udara (inti kosong) Induktor inti kosong Simbol Induktor inti kosong
Induktor Inti Besi Induktor Inti Besi Simbol Induktor inti Besi
Induktor Inti Ferit Induktor Inti Ferit Simbol induktor inti ferit

Perbedaan bahan dalam inti dari sebuah Induktor mempengaruhi induktansi atau kemampuan sebuah induktor dalam menyimpan energi di medan magnet. Induktor dengan inti besi memiliki induktansi tertinggi sementara induktor dengan inti ferit dapat diatur induktansinya dengan mengatur komposisi ferit di dalamnya.

Aplikasi induktor yang paling mudah kita lihat adalah dalam bentuk trafo. Trafo dapat mentransformasikan tegangan yang akan disalurkan sementara tetap menjaga besar arus yang disalurkan, ini sesuai dengan fungsi dan karaketeristrik dari induktor. Selain trafo kita juga dapat melihat aplikasi induktor pada sensor induktif seperti metal detector dan sensor pendeteksi benda metal di production line pada pabrik pabrik. Induktor digunakan sebagai sensor karena sifat induktor yang dapat mengenali benda magnet yang mempengaruhi medan magnetnya.

4. Dioda

Dioda adalah komponen yang bersifat aktif, karena dioda memiliki kemampuan untuk mengatur aliran arus listrik. Fungsi utama dioda pada umumnya adalah menyearahkan arus listrik sehingga menghindari terjadinya arus yang berlawanan yang mengalir ke arah komponen dan merusak komponen tersebut.

Dioda dibedakan bukan dari bahan dan penyusunnya melainkan dari karakteristik dan penggunaannya masing masing. Ada banyak macam dioda dengan aplikasi tersendiri tapi kita akan lihat 3 jenis dioda yang umum dikenal dan digunakan.

Komponen Gambar Simbol
Dioda Penyearah Dioda Penyearah Simbol Dioda
Dioda Zener Dioda Zener Dioda Zener
Light Emitting Diode (LED) LED Simbol LED

Dioda penyearah memiliki fungsi utama menyearahkan arus dengan menolak muatan yang negatif, salah satu aplikasi dari penyearah ini adalah pada rangkaian yang berfungsi memotong sinyal AC menjadi sinyal DC. Contoh rangkaian yang menerapkan dioda pada aplikasinya sebagai pemotong sinyal AC adalah rangkaian demodulasi sinyal AM untuk mendapatkan audio.

Dioda Zener memiliki karakteristik yang unik yaitu mampu mengalirkan arus yang mengarah berlawanan, hal ini unik karena berlawanan dengan konsep umum dioda. Akant tetapi fungsi ini dimanfaatkan untuk mencegah kerusakan pada rangkaian yang memang memungkinkan ada arus yang berlawanan asalkan mencapai nilai tertentu. Contoh penerapan dioda zener adalah sebagai proteksi pada Multimeter.

LED adalah dioda yang akan memancarkan cahaya ketika ada arus yang mengalir. Awalnya LED hanya digunakan pada rangkaian saja sebagai sebuah indikator, tapi karena efisiensinya saat ini maka LED mulai dilirik sebagai salah satu sumber penerangan yang murah dan efisien.

5. Transistor

Transistor adalah komponen semikonduktor aktif yang memiliki fungsi sebagai penguat ataupun sebagai switch. Ketika berfungsi sebagai penguat, transistor menerima arus listrik kecil di satu terminalnya dan menghasilkan arus listrik yang jauh lebih besar (arus keluaran) di terminal lainnya. Selain itu transistor juga dapat berfungsi sebagai sakelar. Arus listrik kecil yang mengalir melalui satu terminal transistor dapat membuat arus yang jauh lebih besar mengalir melalui bagian lainnya. Dengan kata lain, arus kecil memicu aliran arus yang lebih besar.

Transistor dibedakan menjadi dua jenis utama yaitu Bipolar Junction Transistor (BJT) dan Field Effect Transistor (FET)

Komponen Gambar Simbol
BJT BJT Simbol BJT
FET FET Simbol FET

BJT dan FET berbeda dalam beberapa hal seperti dijelaskan dalam poin berikut:

  • BJT bekerja berdasarkan arus yang mengalir, sementara FET bekerja berdasarkan kondisi tegangan di sekitarnya
  • Cara kerja BJT dipengaruhi oleh polaritas dari BJT itu sendiri sementara FET bersifat unipolar atau dengan kata lain tidak terpengaruh dengan polaritas dari bahan penyusunnya
  • BJT lebih murah secara harga tapi kurang efisien jika dibandingkan dengan FET

Penggunaan BJT terdiri dari beberapa aplikasi berikut

  • Sebagai sebuah switch pada rangkaian yang membutuhkan operasi logika
  • Amplifier pada rangkaian audio

Sementara penggunaan FET terbagi dalam beberapa aplikasi berikut

  • Sebagai analog switch pada rangkaian dengan arus yang lebih kuat
  • Switch pada rangkaian Multiplekser (rangkaian yang dapat menentukan input yang diteruskan pada output)
  • Pembatas arus (current limiter)

6. Switch

Komponen ini seringkali dilupakan sebagai sebuah komponen padahal ini adalah komponen yang sangat penting. Switch atau sakelar adalah komponen aktif yang secara singkat berfungsi mengalirkan arus atau memutus aliran arus pada suatu rangkaian.

Jenis-jenis switch yang biasa digunakan dibedakan pada mekanismenya memutus atau menyambungkan arus listrik. Pada bagian ini kita akan membahas jenis-jenis switch mekanis yang ada

Komponen Gambar dan Simbol
Single Switch Single Switch
Switch dengan Double Output Double Switch
Button Switch Push Button
Limit Switch Limti Switch

Single switch bekerja sangat simpel yaitu hanya ada ON dan OFF tergantung pada posisi yang diatur. Sementara Switch dengan double output memiliki dua posisi ON dan dapat mengatur ke arah mana posisi ON suatu aliran pada rangkaian.

Push button switch bekerja sebagai switch yang bersifat sementara, karena selama button ditekan maka switch akan berada pada posisi ON sementara ketika button dilepas maka switch akan berada dalam posisi OFF. Kondisi default dari push button switch adalah posisi OFF.

Limit Switch adalah jenis switch yang serupa dengan push button switch tapi sebagai ganti dari button limit switch menggunakan tuas yang dapat dipengaruhi oleh gerakan mekanis dari luar. Limit switch biasanya digunakan dalam sistem yang memiliki kendali mekanis.

7. Integrated Circuit (IC)

IC adalah sebuah komponen yang mencakup fungsi berbagai komponen atau bahkan fungsi dari sebuah rangkaian elektronik. IC dibuat menggunakan teknologi semikonduktor yang menyusun lapisan lapisan IC dimana pada lapisan tersebut terdapat susunan komponen elektronika dalam ukuran yang sangat kecil (mikro hingga nano meter).

Umumnya IC berbentuk kotak dan memiliki sejumlah kaki pada sisi-sisi dari IC tersebut. Setiap seri IC yang dikeluarkan akan memiliki penjelasan (datasheet) mengenai fungsi dari masing-masing kaki tersebut. Seperti halnya sebuah rangkaian IC akan memiliki bagian yang berfungsi menerima tegangan (vcc) dan bagian yang terhubung dengan ground.

Komponen Gambar Simbol
IC 7408 (Gerbang Logika AND) IC 7408 Datasheet 7408

Sebagai contoh kita lihat pada gambar adalah IC 7408 yaitu IC gerbang logika AND. Pin ke 14 dan 7 berfungsi sebagai pin VCC dan ground sesuai nomornya masing-masing. Sementara pin lain berfungsi sebagai input dan output. Contohnya pin 1 dan 2 adalah input, jika pin 1 dan 2 mengalirkan arus (atau dalam kondisi ON atau “1”) maka pin nomor 3 akan mengalirkan arus juga sesuai dengan logika AND (ON & ON = ON). Jika salah satu pin baik itu 1 ataupun 2 dalam kondisi OFF maka pin nomor 3 tidak akan mengalirkan arus.

Dalam IC 7408 ini terdiri berbagai macam rangkaian dalam ukuran nano di lapisan semikonduktornya. Sebagai contoh sistem logika AND ini adalah merupakan hasil kerja dari transistor yang ada dalam lapisan tersebut.

Penerapan IC dalam dunia elektronika masa kini semakin tidak terbatas karena untuk efisiensi baik dari segi ukuran maupun daya maka banyak sekali komponenyang akan dibentuk dalam suatu IC. Contohnya prosesor sebuah komputer adalah sebuah IC dengan jutaan hingga milyaran rangkaian yang ada di dalamnya.

Demikianlah jenis-jenis komponen dasar yang umum dan sangat berperan penting di dalam suatu rangkaian elektronik. Tentunya dengan makin kompleksnya kebutuhan dan rangkaian yang ada maka ada lebih banyak komponen dari yang disebutkan di atas tapi ke 7 komponen yang kita bahas ini adalah komponen yang mendasar untuk dimengerti dan untuk memahami sebuah rangkaian elektronik.

Tinggalkan komentar