Pengertian Relay: Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Contoh Aplikasinya

Dalam dunia Elektronika, sering kita ketahui bahwa perangkat yang bekerja dengan arus listrik lemah (DC) dapat digunakan untuk mengontrol perangkat yang beroperasi dengan arus listrik kuat (AC). Hal ini dapat terjadi karena adanya suatu komponen khusus yang digunakan. Komponen ini sangat bermanfaat dan memberikan berbagai terobosan dalam pemanfaatan elektronika di kehidupan sehari-hari. Komponen tersebut adalah Relay.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tuntas tentang Relay, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, cara kerja, hingga contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah pembahasan lengkap terkait Relai :

Pengertian Relay

Relay merupakan salah satu komponen atau perangkat elektronik yang istimewa. Relay memiliki fungsi dimana dia menjadi saklar yang dapat dioperasikan secara otomatis. Relay dioperasikan dengan picu atau inputan sinyal listrik.

Relay bekerja menggunakan prinsip dari elektromagnetik. Dimana Relay sendiri dibangun berdasarkan 2 struktur utama, yakni elektromagnetik atau coil dan mekanik. Relay disebut sebagai perangkat istimewa karena dapat dioperasikan menggunakan Arus Lemah atau arus DC tetapi Relai dapat digunakan untuk mengalirkan Arus Kuat atau arus AC.

Fungsi Relay dalam Elektronika

fungsi relay
Beberapa fungsi relay

Pada dasarnya, Relay dalam kehidupan sehari hari banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Dalam implementasinya, Relay difungsikan dalam berbagai hal. Berikut beberapa fungsi dari penggunaan Relay dalam bidang elektronika :

  1. Sebagai pengendali aliran arus tegangan tinggi;
  2. Sebagai komponen yang menjalankan fungsi logika;
  3. Sebagai komponen yang bertugas untuk memberikan delay terhadap operasional komponen lainnya;
  4. Sebagai pengaman komponen Lain dari kelebihan arus listrik;
  5. Sebagai penghubung antara perangkat Arus Lemah atau DC dengan pernagkat Arus Kuat atau AC;

Jenis Jenis Relay, Karakteristik dan Cara Kerjanya

Karena Relay adalah komponen elektronika yang sangat istimewa, maka dari itu Relay dibagi kedalam beberapa jenis. Dari berbagai jenis tersebut, relay memiliki berbagai operasional atau struktur kerja masing-masing sesuai dengan jenisnya. Berikut beberapa jenis Relay yang ada :

Jenis Relay
Jenis jenis Relay

Berdasarkan gambar di atas, terdapat 4 jenis Relay yang ada. Sebelum memasuki penjelasan terkait ke 4 jenis Relay tersebut, ada sebaiknya sobat caramesin.com memahami dahulu apa itu Pole, Throw dan Coil. Berikut adalah penjelasannya :

  • Coil merupakan Pemicu untuk bergerak nya Relay. Coil dipicu dengan inputan arus listrik;
  • Pole merupakan Sumber yang akan mengalirkan arus menuju Throw;
  • Throw merupakan Switch atau Arah atau Kondisi yang akan dituju;

Berikut uraian jenis Relay berdasarkan Coil, Pole dan Throw :

1. Single Pole Single Throw (SPST)

Single Pole Single Throw
Single Pole Single Throw (SPST)

Relay akan bekerja jika Coil di picu oleh aliran arus listrik. Kemudian Pin Pole akan terhubung dengan Pin Throw sehingga membuat Arus yang diinputkan ke Pin Pole bergerak ke Pin Throw.

Relay ini adalah jenis Relay yang memiliki 4 Pin/Kaki. Dengan rincian:

  • 2 kaki sebagai Coil;
  • 1 Kaki sebagai Pole
  • 1 Kaki sebagai Throw

2. Single Pole Double Throw (SPDT)

Single Pole Double Throw (SPDT)
Single Pole Double Throw (SPDT)

Pada kondisi Coil belum di picu oleh arus listrik, Pin Pole terhubung ke salah satu Pin Throw yang ada.

Ketika Coil di picu oleh aliran arus listrik. Kemudian Pin Pole akan terhubung dengan Pin Throw di sisi satunya sehingga membuat Arus yang diinputkan ke Pin Pole bergerak ke Pin Throw yang lain

Relay ini adalah jenis Relay yang memiliki 5 Pin/Kaki. Dengan Rincian:

  • 2 kaki sebagai Coil;
  • 1 Kaki sebagai Pole
  • 2 Kaki sebagai Throw

3. Double Pole Single Throw (DPST)

Double Pole Single Throw (DPST)
Double Pole Single Throw (DPST)

Relay akan bekerja jika Coil di picu oleh aliran arus listrik. Kemudian Pin Pole akan terhubung dengan Pin Throw sehingga membuat Arus yang diinputkan ke Pin Pole bergerak ke Pin Throw.

Pada Relay jenis ini, terdapat 2 pin Pole dan 2 Pin Throw yang terpisah

Relay ini adalah jenis Relay yang memiliki 6 Pin/Kaki. Dengan Rincian:

  • 2 kaki sebagai Coil;
  • 2 Kaki sebagai Pole
  • 2 Kaki sebagai Throw yang berdiri masing-masing

4. Double Pole Double Throw (DPDT)

Double Pole Double Throw (DPDT)
Double Pole Double Throw (DPDT)

Pada kondisi Coil belum di picu oleh arus listrik, Pin Pole terhubung ke salah satu Pin Throw yang ada.

Ketika Coil di picu oleh aliran arus listrik. Kemudian Pin Pole akan terhubung dengan Pin Throw di sisi satunya sehingga membuat Arus yang diinputkan ke Pin Pole bergerak ke Pin Throw yang lain.

Pada Relay jenis ini, terdapat 2 pin Pole dan 4 Pin Throw yang terpisah.

Relay ini adalah jenis Relay yang memiliki 8 Pin/Kaki. Dengan Rincian:

  • 2 kaki sebagai Coil;
  • 2 Kaki sebagai Pole
  • 4 Kaki sebagai Throw

Contoh Penerapan Komponen Relai

Relay, adalah komponen elektronika yang unik. Relay memiliki berbagai jenis yang dapat digunakan dan diimplementasikan secara berbeda-beda. Di tangan seorang yang tepat, Relay dapat menjadi sebuah komponen yang sangat bermanfaat bagi seluruh kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa contoh aplikasi Relay dalam kehidupan sehari-hari :

1. Sebagai pengatur gerak Motor pada Robot

Berbagai jenis robot, dapat bergerak karena adanya motor yang mendukung pergerakan robot tersebut. Salah satu implementasi nyata Relay dalam dunia Robotika adalah pada Robot Line Follower.

Line Follower
Line Follower

Pada Line Follower, relay digunakan untuk mengatur arah laju motor. Relay digunakan untuk mengubah maju atau mundurnya gerakan motor sesuai dengan warna yang dibaca oleh sensor dari Line Follower. Pada implementasi ini, relay yang digunakan adalah jenis Relay DPDT. Relay dipilih untuk pengatur gerak motor karena memiliki ketahanan dan kemampuan yang lebih bagus dan prima dibandingkan dengan Transistor.

2. Sebagai komponen penting pada instalasi Lampu Mobil

Pada mobil, relay digunakan pada jaringan Lampu. Relay berperan sebagai Penguat arus pada lampu, Sehingga dengan adanya Relay pada instalasi lampu mobil, lampu mobil akan menyala lebih terang daripada tidak menggunakan Relay.

Relay Lampu mobil
Relay Lampu mobil

Dapat dilihat pada gambar diatas bahwa implementasi Relay pada Instalasi Lampu Mobil dapat berpengaruh pada aliran arus listrik yang ada.

3. Sebagai komponen penghubung pada klakson Motor

Pada motor, relay dapat difungsikan sebagai penguat dan pengaman dari saklar klakson yang digunakan. Klakson pada motor membutuhkan arus sebesar 6 ampere untuk satu klakson jenis keong, pada penggunaannya, biasanya motor memiliki dua klakson, sehingga membutuhkan arus yang lebih besar.

Relay pada Klakson
Relay pada Klakson

Penggunaan Relay pada instalasi klakson Motor, akan membuat saklar atau switch klakson menjadi lebih awet. Hal ini terjadi karena saklar tidak secara langsung mendapatkan arus yang begitu besar.

4. Sebagai komponen pengendali untuk berbagai otomatisasi

Otomatisasi adalah suatu terobosan baru yang sangat bermanfaat pada masa sekarang. Otomatisasi membuat kinerja manusia menjadi lebih mudah. Beberapa contoh otomatisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pada penggunaan Internet Of Things (IoT).

Internet Of Things
Internet Of Things

IoT sudah sangat digunakan secara luas, banyak sekali produk IoT yang dibangun dengan memanfaatkan Relay. Salah satu contoh implementasinya adalah otomatisasi pada sistem Lampu Rumah. Perangkat pengontrol dioperasikan menggunakan Arus Lemah (DC) yang kemudian digunakan untuk mengatur nyala dan matinya Lampu Rumah dengan menggunakan Relay.

Selain untuk mengatur lampu rumah, relay di perangkat IoT juga sering digunakan untuk mengatur hidup dan matinya seluruh aliran listrik dalam rumah. Hal ini digunakan untuk melakukan penghematan penggunaan Listrik pada Rumah.

5. Kontrol cerdas lampu lalu lintas (aplikasi relay SPST)

pengatur lampu merah
Contoh kontrol cerdas lampu lalu lintas dengan Arduino

Pengendalian lampu lalu lintas dapat dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari sensor getaran di persimpangan jalan. Relay SPST berfungsi sebagai sakelar sederhana untuk mengontrol sinyal merah-kuning-hijau, yang bekerja pada supply daya yang lebih tinggi.

6. Meningkatkan efisiensi pada pertanian (relay DPST)

presisi pada pertanian
Pertainan terintegrasi dengan IoT

Aplikasi relay dalam hal ini memungkinkan penyiraman tanaman yang efisien. Artinya, air akan disiram sesuai dengan kadar air di dalam tanah, sehingga tanaman bisa mendapatkan pasokan air yang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Hal ini dapat dicapai dengan memanfaatkan Arduino sebagai penentu waktu dan jumlah air yang akan dipompa menggunakan relai DPST. Aplikasi ini sangat membantu dalam menghemat air.

Baca juga: Proses Cara Kerja Mesin Fotocopy Digital Di Pasaran

7.  Kendaraan darat tak berawak (relay DPDT)

UGV menggunakan relay
Ilustrasi kendaraan tanpa supir maju mundur dengan relay

Relay juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur kendaraan darat tak berawak sederhana (UGV) untuk bergerak maju dan mundur tergantung pada input-nya. Arah putaran DC motor dikontrol dengan mengubah polaritas tegangan input. Sensor seperti sensor ultrasonik mendeteksi penghalang dan kemudian memutuskan apakah akan bergerak maju atau mundur.

Dengan berbagai manfaat yang ada serta jenisnya yang beragam. Relay adalah komponen yang sangat istimewa. Dengan Relay, kita dapat membuat berbagai kemudahan dalam hidup.

Tinggalkan komentar