Contoh Skema Rangkaian Inverter DC ke AC Sederhana

Istilah inverter biasanya digunakan untuk menyebut rangkaian yang memiliki fungsi untuk mengubah tegangan searah (DC) menjadi tegangan bolak balik (AC). Ada beberapa jenis tipologi inverter yang sering digunakan, mulai dari Inverter yang otuputnya hanya tegangan bolak balik (push-pull inverter) hingga inverter yang bisa menghasilkan tegangan sinus murni tanpa harmonisasi.

Rangkaian ini bisa menjadi sumber catu daya jika kamu membutuhkan arus AC sedangkan kamu dalam kondisi yang hanya bisa menggunakan baterai. Nah, jika kamu tertarik untuk mencoba membuat inverter DC to AC sederhana di rumahmu sendiri, kamu bisa membuat rangkaian berikut ini:

Rangkaian Inverter DC to AC Sederhana

Di sini kami akan mencontohkan dengan inverter 12V DC-to-220V, artinya rangkaian ini dapat  mengubah input tegangan DC 12V menjadi output AC 220V.

Komponen utama yang kamu butuhkan untuk membuat rangkaian DC to AC adalah baterai 12V, transistor 2N2222, 2 buah MOSFET IRF 630, 2 buah kapasitor 2.2uf, 2 buah resistor 12kΩ, dua buah resistor 680Ω dan transformer step up.

Setelah kamu menyiapkan komponen-komponennya, kamu bisa coba rangkai dengan skema rangkaian berikut ini.

Skema Rangkaian Inverter 12V to 220v

Rangkaian inverter DC to AC
Gambar rangkaian 12V DC to 220V AC

Cara Kerja Rangkaian

Sirkuit DC to AC bisa terdiri dari perpaduan 3 titik kerja yang punya porsi masing-masing, yaitu amplifier, transistor dan oscillator. Karena frekuensi AC adalah 50Hz maka diperlukan oscillator untuk membangkitkan frekuensi.

Maka digunakan lah skema astable multivibrator yang dapat  menghasilkan sinyal gelombang kotak 50Hz. Oscillator bisa dibuat menggunakan resistor (di rangkaian contoh: R1,R2,R3,R4), kapasitor (C1&C2) dan transistor (T2&T3).

Setiap transistor akan menghasilkan gelombang kotak (inverting) yang frekuensinya tergantung pada besar nilai resistor dan kapasitor yang digunakan. Rumus untuk menghitung gelombang kotak yang dihasilkan oleh multivibrator astable adalah F=1/(1.38xR2xC1).

Sinyal kotak yang dihasilkan osilator tadi akan dinaikkan oleh dua buah power MOSFET (T1 & T2) dan hasilnya akan mengalir ke step up transformator untuk dinaikkan menjadi keluaran yang kita harapkan 220V.

Baca juga: Rangkaian Flip Flop Sederhana, Jenis Dan Prinsip Kerjanya

Kekurangan DC to AC Converter

Kekurangan rangkaian DC to AC Converter yang digambarkan di contoh adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan transistor dapat mengurangi efisiensi sirkuit
  2. Penggunaan switching transistor dapat menyebabkan distorsi terhadap o/p signal. Namun kekurangan ini dapat dikurangi dengan penggunaan dioda bias.

Nah itulah Rangkaian inverter sederhana, bahan-bahan dan cara kerjanya, kamu  dapat coba membuat invertermu sendiri di rumah. Mungkin kamu bisa menggunakannya untuk menghidupkan alat elektronik yang membutuhkan 220V dengan menggunakan baterai 12V. Oleh sebab itu, inverter cocok dibawa untuk kegiatan outdoor karena kamu jadi bisa memiliki catu daya yang lebih praktis. Selamat mencoba!

Tinggalkan komentar