Definisi Maintenance (Pemeliharaan), Tujuan Serta Jenis-Jenisnya

Banyak industri yang menganggap sepele proses maintenance atau pemeliharaan karena hanya buang biaya. Padahal, mesin atau peralatan yang tidak dicek, dirawat, dan dijaga dijaga dengan baik bahkan akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Dengan kata lain, perawatan merupakan strategi yang tepat untuk menurunkan biaya karena masalah besar yang berpotensi timbul.

Contoh masalah yang dimaksud; kerusakan mesin sehingga harus mengganti bagian atau membeli mesin baru, proses produksi yang terhambat mengakibatkan kerugian karena tidak menyelesaikan pesanan tepat waktu, bahkan kerusakan yang dapat mengakibatkan cedera, luka bahkan kematian kepada pekerja.

Pengertian Maintenance

Maintenance (pemeliharaan atau perawatan) adalah suatu langkah yang diambil untuk menjaga kondisi dan performa sebuah mesin atau peralatan agar tetap dapat dijalankan dengan baik sama seperti saat masih baru. Sebuah peralatan/mesin pasti mengalami penurunan fungsi dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan tiap mesin biasanya memiliki batas waktu penggunaan. Dengan melakukan kegiatan maintenance seperti mengecek, memperbaiki, mengganti, dan lain sebagainya, mesin akan lebih awet dan bisa bertahan lebih lama.

Maintenance pada dasarnya dapat dibagi dua, yaitu maintenance yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. Maintenance terencana berarti pemeliharaan yang terorganisir dengan baik, dilaksanakan dengan pertimbangan ke depannya, mengatur serta mencatat berdasarkan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebaliknya, maintenance tak terencana bisa dilakukan kapan saja tanpa adanya rencana yang detil sebelumnya.

Tujuan Maintenance

tujuan maintenance
Apa tujuan dari maintenance?

Berikut tujuan spesifik perlunya dilakukan tindakan pemeliharaan, di antaranya:

  • Mengoptimalkan tingkat keandalan (reliability) sebuah peralatan dan infrastruktur
  • Memastikan suatu peralatan dan mesin selalu dalam kondisi yang baik dan siap beroperasi
  • Melaksanakan perbaikan dadakan pada peralatan dan infrastruktur sehingga menjamin ketersediaan untuk produksi
  • Memastikan pengoperasian peralatan dan mesin untuk produksi dan pendistribusian energi dan fluida
  • Meningkatkan keamanan operasional
  • Melatih pekerja pada kemampuan maintenance yang spesifik
  • Memberi nasihat pada akuisisi, instalasi dan operasi mesin
  • Berkontribusi pada kualitas produk
  • Memastikan perlindungan lingkungan sekitar dari kerusakan akibat mesin atau infrastruktur

Jenis Jenis Maintenance

Jenis perawatan tidak dapat disamakan untuk semua mesin. Tergantung pada metode, biaya dan tingkat kerusakan. Berikut metode pemeliharaan uang biasa digunakan di banyak sektor industri:

1. Preventive maintenance

preventive maintenance
Ilustrasi: preventive maintenance

Pemeliharaan untuk pencegahan merujuk kepada sebuah tindakan untuk mencegah kerusakan pada sebuah peralatan atau mesin dengan secara rutin mengganti spare parts atau bagian berdasarkan waktu penggunaan. Preventive maintenance juga mencakup perawatan kecil dan kegiatan inspeksi untuk mencari tahu kondisi suatu alat atau mesin.

Contoh pemeliharaan untuk mencegah: pembersihan, pengecekan, pelumasan, pengetatan dan sebagainya

2. Predictive maintenance

predictive maintenance
Ilustrasi: predictive maintenance

Predictive maintenance bisa dibilang serupa dengan preventive maintenance, dimana sebuah kegiatan perawatan yang dilakukan berdasarkan kondisi masa depan suatu mesin. Predictive maintenance bisa didefinisikan sebagai sebuah metode untuk mengganti spare parts atau bagian mesin berdasarkan prediksi penggunaan mesin tersebut. Jika preventive maintenance berdasarkan jadwal, maka predictive maintenance dilaksanakan berdasarkan hasil suatu pengukuran.

Jenis perawatan ini juga bisa dilakukan panca indra. Misalnya, inspeksi bearing dapat diketahui kerusakannya atau ada perbedaan dari suara yang dihasilkan. Contoh lain seperti mengecek suhu mesin dengan merabanya dapat membuat kita mengetahui jika ada sesuatu yang salah dari alat/mesin tersebut.

Contoh aplikasi: tachometer untuk mengukur rotasi, thermometer untuk mengukur suhu atau temperatur dan amperemeter untuk mengatur arus listrik

3. Corrective maintenance

corrective maintenance
Ilustrasi: corrective maintenance

Sesuai namanya, corrective maintenance bertujuan untuk meningkatkan tingkat keandalan (reliability) suatu mesin atau peralatan. Jenis pemeliharaan ini juga dilakukan pada bagian yang memiliki jangka usia yang pendek (menurunkan frequency kerusakan) dan mempercepat waktu perbaikan.

Dengan kata lain, metode ini mampu memperpanjang MTBF (Mean Time Between Failure) dan mempercepat MTTR (Mean Time To Repair) karena keandalan dan pemeliharaannya yang naik.

Contohnya corrective maintenance: Operator kesulitan dalam memeriksa volume minyak pada generator mesin, jadi peningkatan (corrective action) dapat dilakukan dengan membuat gelas pengukur yang dilengkapi dengan skala. Dengan begitu, reliability generator mesin naik.

4. Breakdown maintenance

breakdown maintenance
Ilustrasi: breakdown maintenance

Terakhir, breakdown maintenance ialah jenis perawatan yang dilakukan ketika terjadi kerusakan (breakdown) pada mesin atau peralatan dan tidak dapat dioperasikan. Tujuan breakdown maintenance adalah untuk memperbaiki bagian yang gagal. Berbeda dengan preventive maintenance yang dilakukan untuk membuat mesin tetap beroperasi.

Biasanya, metode ini dilakukan secara langsung. Misalnya, ketika terdapat kerusakan bagian mesin yang peting dan harus diperbaiki segera. Namun, breakdown maintenance sebenarnya bisa direncanakan sebelumnya dengan mengantisipasi jenis kerusakan yang akan terjadi. Dengan demikian, breakdown maintenance akan lebih cepat dan efektif.

Tinggalkan komentar