Pengertian Preventive Maintenance: Peran Penting Untuk Aset Pabrik

Di dalam sebuah pabrik pasti sering Anda temukan berbagai peralatan atau mesin yang bekerja selama 24 jam dalam sehari. Jika suatu saat alat atau mesin tersebut rusak, pastinya akan sangat menghambat proses produksi dan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu, melakukan preventive maintenance merupakan suatu kewajiban terhadap aset pabrik.

Pengertian Preventive Maintenance

Preventive maintenance adalah aktivitas pemeliharaan rutin yang bertujuan untuk menghilangkan potensi kegagalan peralatan, downtime, serta memastikan keandalan aset pabrik. Pemeliharaan rutin merupakan suatu pendekatan proaktif yang akan menetapkan inspeksi terjadwal untuk aset pabrik. Selain itu, aktivitas pemeliharaan ini juga untuk memperpanjang umur aset dan memverifikasi ketergantungan.

Kegiatan pemeliharaan rutin aset pabrik terdiri dari penggantian dan pengecekan secara berkala terhadap mesin atau alat produksi. Tujuannya untuk mendeteksi, memperbaiki, serta mempertahankan kondisi mesin agar tetap bisa beroperasi dengan baik.

Program preventive maintenance akan sangat Anda butuhkan saat kualitas produksi sangat bergantung kepada aset pabrik. Artinya, Anda melakukan suatu aktivitas pencegahan kerusakan alat atau mesin pabrik. Agar tidak mengeluarkan biaya perbaikan dadakan yang terlalu tinggi atau pembelian mesin baru.

Keberhasilan program pemeliharaan rutin aset pabrik akan memperpanjang umur mesin dan peralatan dengan memperkirakan kerusakan atau kegagalan. Implementasi proses sangat menjamin kinerja pabrik yang efisien dan andal dengan cara memastikan peralatan tidak rusak ketika Anda sangat membutuhkannya.

Alasan Penting Melakukan Preventive Maintenance

Berikut ini ada beberapa alasan penting bagi Anda untuk melakukan kegiatan preventive maintenance terhadap aset pabrik, yaitu:

alasan preventive maintenance
Alasan preventive maintenance

1. Mencegah Biaya Perbaikan Tinggi

Memperbaiki alat atau mesin pabrik saat terjadi kerusakan pasti akan menimbulkan biaya yang sangat tinggi. Membiarkan masalah pada mesin atau alat produksi dari waktu ke waktu hanya akan memperburuk kondisinya dan dapat menimbulkan kerusakan parah. Hal tersebut dapat membuat Anda frustasi saat peralatan rusak. Padahal jika Anda memperbaiki setiap masalah kecil pada mesin pabrik pasti saat ini tidak membutuhkan perbaikan besar.

Kerusakan aset pabrik yang tidak terduga membutuhkan biaya tambahan. Misalnya membayar ongkos tambahan untuk pengiriman suku cadang, produksi terhambat, membayar upah teknisi untuk bekerja lembur, dan lain-lain. Namun, saat Anda telah merencanakan pemeliharaan jangka panjang, maka perbaikan besar bisa Anda hindari serta uang juga bisa dihemat.

2. Meningkatkan Efisiensi

Preventive maintenance dalam bentuk penggantian oli, inspeksi, penggantian suku cadang, dan lain-lain bisa membantu peralatan agar berjalan lebih efisien. Saat peralatan perlahan-lahan memburuk, Anda mungkin tidak sadar jika jumlah produksi mengalami penurunan sedikit demi sedikit.

Tetapi, banyak kerusakan yang bisa Anda cegah dengan rencana pemeliharaan rutin yang tepat. Saat peralatan beroperasi dengan kinerja terbaik, penghematan energi dan bahan bakar pasti akan Anda rasakan.

3. Meningkatkan Keandalan

Pelanggan akan mengandalkan bisnis Anda untuk mendapatkan atau mengirimkan produk, layanan, bahan tepat waktu. Jika Anda menunggu sampai peralatan dan mesin benar-benar rusak sebelum melakukan preventive maintenance yang diperlukan. Maka mesin dan peralatan pabrik yang penting tidak bisa Anda gunakan dalam periode waktu yang signifikan.

Downtime yang tidak Anda rencanakan bisa menghentikan proses produksi, tenggat waktu terlewatkan, dan karyawan tidak bisa bekerja. Downtime besar bisa menyebabkan penurunan pendapatan dan hilangnya kontrak.

Misalnya dalam bisnis seperti hotel atau industri lain yang langsung berhadapan dengan konsumen. Jika Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu, akan merusak citra brand Anda di mata pelanggan. Program preventive maintenance mampu berkontribusi untuk meningkatkan kualitas produksi dengan baik dan waktu pengiriman yang andal. Sehingga dapat meningkatkan reputasi perusahaan Anda.

4. Mengurangi Pemakaian Energi

Pemeliharaan rutin bisa menurunkan biaya bahan bakar atau energi. Karena peralatan yang Anda rawat dengan baik biasanya memerlukan lebih sedikit bahan bakar atau listrik untuk beroperasi.

5. Meningkatkan Produktivitas

Pengurangan downtime peralatan dan mesin menghasilkan peningkatan ketersediaan alat berat dan produktivitas pabrik. Walaupun berinvestasi untuk strategi preventive maintenance seperti pengeluaran yang rutin. Namun, sebaiknya Anda memandang kegiatan pemeliharaan ini sebagai investasi untuk penghematan biaya untuk menciptakan efisiensi dan stabilitas dalam jangka panjang.

6. Membuat Keamanan Lebih Terjamin

Jika peralatan atau mesin pabrik tidak bekerja secara optimal, bisa menciptakan kondisi kerja yang rawan terjadi kecelakaan. Kerusakan total terhadap peralatan pabrik yang Anda gunakan bisa menyebabkan luka fisik pada karyawan yang bertugas.

Contohnya, kegagalan selang yang aus untuk memompa bahan berbahaya bisa sangat membahayakan pekerja terdekat. Hal ini tidak hanya bisa menghentikan produksi dan menyebabkan kerusakan, namun dapat membuat Anda mendapat tuntutan akibat kelalaian.

7. Mengurangi Downtime

Tugas perawatan aset pabrik memang memerlukan beberapa downtime, namun program preventive maintenance akan mengoptimalkan dan mengurangi downtime. Saat masalah terjadi, Anda bisa menyelesaikannya dengan cepat. Karena para pekerja mengetahui jenis suku cadang yang perlu diganti dan akan mengurangi waktu untuk mendeteksi masalah.

8. Memperpanjang Umur Peralatan dan Mesin

Mesin dan peralatan harganya cukup mahal, semakin Anda merawatnya maka akan semakin lama bisa bertahan. Jika Anda tidak memelihara peralatan dengan baik atau mengabaikannya bisa mengurangi masa pakai alat secara drastis. Oleh sebab itu, pemeliharaan yang rutin dapat memperpanjang usia peralatan, meningkatkan lama, dan menurunkan biaya.

Anda bisa menggunakan software CMMS yang bisa membantu untuk merencanakan, mengoptimalkan, dan melacak kegiatan pemeliharaan. Perawatan yang terjadwal dan rutin akan mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan peralatan, dan meningkatkan keselamatan para pekerja.

9. Menghilangkan Ambiguitas Saat Tugas Pemeliharaan

Preventive maintenance mengurangi risiko perbaikan yang tidak Anda butuhkan. Selain itu, juga dapat menciptakan sistem untuk memakai alat yang tepat untuk melakukan tugas yang tepat.

Langkah-Langkah Preventive Maintenance

Langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk melakukan preventive maintenance terhadap aset pabrik adalah:

  • Inspeksi: Kegiatan pemeliharaan aset pabrik secara periodik untuk mengecek kondisi komponen peralatan produksi.
  • Pemeliharaan berjalan: Kegiatan pemeliharaan aset pabrik yang dilaksanakan tanpa harus menghentikan proses kerja peralatan tersebut.
  • Penggantian komponen kecil: Pemeliharaan aset pabrik dengan cara mengganti komponen kecil yang mulai bermasalah.
  • Pemeliharaan berhenti: Pemeliharaan aset pabrik yang bisa Anda lakukan ketika peralatan produksi berhenti beroperasi.

Tertarik Untuk Melakukan Program Preventive Maintenance?

preventive maintenance
Contoh kegiatan preventive maintenance

Setelah mengetahui betapa pentingnya peran dari preventive maintenance, apakah Anda tertarik untuk menerapkannya pada bisnis Anda? Karena program pemeliharaan rutin ini sangat penting untuk menjaga dan merawat aset pabrik perusahaan Anda.

Sehingga terhindar dari kerusakan berat yang bisa menimbulkan bencana seperti kebakaran, keracunan, dan lain-lain. Jika terjadi kecelakaan kerja di pabrik, pastinya aktivitas operasional perusahaan juga akan terganggu dan membuat Anda mengeluarkan biaya sangat besar. Oleh sebab itu, lebih baik melakukan tindakan pencegahan daripada harus menunggu kerusakan yang lebih parah untuk ke depannya.

Tinggalkan komentar