Fungsi Regulator Pada Sistem Pengisian Mobil, Serta Kendalanya!

Mempelajari fungsi komponen dan kendala pada komponen regulator mobil membutuhkan gambaran secara utuh seperti pada sistem pengisian daya pada aki mobil. Tujuan utama dari sistem pengisian daya adalah melakukan pengisian daya pada aki atau baterai. Aki atau baterai merupakan bagian yang cukup penting karena memiliki fungsi untuk menyalakan mesin serta komponen-komponen lain yang memerlukan daya listrik.

Kemudian bagian yang memiliki peran dalam melakukan pengisian daya pada aki atau baterai mobil adalah alternator. Alternator dapat melakukan pengisian daya melalui konversi energi gerak atau putaran mesin mobil menjadi energi listrik. Sehingga proses pengisian daya listrik pada aki mobil hanya dapat berjalan ketika mesin mobil berputar.

Contoh sederhana dari sistem pengisian ini seperti cara kerja pembangkit listrik portable atau genset. Genset melakukan konversi sumber listrik dari putaran mesin. Namun, berbeda dengan genset yang memiliki putaran stabil, kecepatan putaran mesin mobil tergantung pada injakan gas.

Fungsi regulator pada sistem pengisian daya mobil
Gambar Fungsi regulator pada sistem pengisian daya mobil

Fungsi Regulator Pada Sistem Pengisian Mobil

Putaran mesin mobil yang tidak stabil juga mempengaruhi ketidakstabilan daya yang keluar dari alternator. Padahal aki mobil membutuhkan rentang daya tertentu (tergantung kapasitas) dalam melakukan pengisian. Apabila daya yang masuk naik turun, dapat menyebabkan kerusakan pada aki mobil. Sehingga membutuhkan komponen yang memiliki fungsi utama menstabilkan daya pengisian pada aki mobil. Komponen yang memiliki fungsi dalam menstabilkan daya pengisian aki mobil adalah regulator.

Penerapan Hukum Ohm Regulator
Gambar Penerapan hukum ohm regulator

Proses menstabilkan daya pada pengisian aki mobil oleh regulator mengacu pada konsep hukum ohm. Regulator menstabilkan daya melalui pengaturan tegangan listrik dan arus listrik. Penjelasannya seperti pada gambar diagram hukum ohm. Pengaturan tegangan tersebut terbagi menjadi fungsi regulator seperti berikut ini:

1. Fungsi Regulator Sebagai Pengatur Tegangan

Regulator memiliki fungsi untuk membatasi tegangan output dari alternator agar tidak melebihi rentang spesifikasi. Komponen elektrikal mobil di pasaran Indonesia pada umumnya memiliki spesifikasi rentang tegangan antara 13 volt hingga 15 volt. Pada hukum ohm, regulator melakukan pengaturan tegangan listrik.

2. Fungsi Regulator Sebagai Pengatur Medan Magnet Rotor

Mobil di pasaran Indonesia sudah mengimplementasikan teknologi Integrated Circuit.  IC regulator memiliki keunggulan karena dapat mengatur kuat lemahnya medan magnet pada sekitar rotor melalui pembatasan arus listrik. Melalui kecanggihan pengaturan medan magnet, dapat memberikan respon yang cepat ketika kondisi putaran mesin sedang tidak stabil.

Komponen Regulator Mobil

Regulator masuk kedalam kategori komponen elektronika atau elektrikal yang memiliki fungsi utama dalam melakukan pengaturan output tegangan dan pengaturan medan magnet. Ketika menjalankan fungsinya, regulator berkaitan dengan komponen-komponen lain yang terhubung menjadi satu kesatuan pada sistem pengisian daya pada aki mobil. Pada mobil keluaran terbaru, regulator menjadi satu dengan alternator karena terminal regulator terhubung kedalam integrated circuit.

Letak regulator pada alternator
Gambar Letak regulator pada alternator

 

Nama Komponen Deskripsi
Voltage regulator Memiliki fungsi untuk melakukan pengaturan tegangan serta pengaturan medan magnet pada rotor. Kemudian pada gambar regulator tersebut terdapat tulisan ground, stator, F dan B+ yang merupakan terminal bypass untuk menghubungkan alternator dan perangkat elektrikal yang membutuhkan daya.
Stator Merupakan komponen pada alternator yang terdiri dari kumparan statis yang bersentuhan dengan rotor.
Rotor Rotor merupakan komponen yang dapat berputar dan memiliki tujuan untuk membangkitkan medan magnet.
Housing Merupakan tempat untuk meletakkan komponen-komponen alternator. Kemudian housing juga berfungsi untuk melindungi komponen alternator.
Bearing Memiliki fungsi untuk menjaga poros rotor tidak bergesekan dengan komponen lain ketika melakukan putaran.
Split rings Pada alternator, split rings memiliki fungsi sebagai dudukan untuk putaran rotor.
Rectifier Nama lainnya adalah dioda, memiliki fungsi untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.
Fan Fan berada pada bagian atas dan bawah rotor. Tujuan dari fan ini untuk mendinginkan komponen pada alternator sehingga komponen alternator tidak panas.

Kendala Ketika Regulator Tidak Berfungsi

Regulator yang rusak sehingga tidak berfungsi dengan baik, dapat mempengaruhi kinerja komponen yang bersinggungan. Hal ini terjadi karena beberapa komponen elektrikal membutuhkan rentang tegangan, daya maupun arus tertentu untuk dapat berfungsi dengan baik. Berikut ini beberapa kendala yang terjadi ketika regulator tidak berfungsi dengan baik:

1.Nyala Bola Lampu Bermasalah

Jika regulator tidak berfungsi, output tegangan dari alternator menjadi terlampau tinggi ketika mobil melaju. Kemudian menyebabkan bola lampu menjadi lebih cepat panas. Apabila hal ini tidak segera tertangani, bola lampu akan cepat rusak. Begitu juga dengan sebaliknya, ketika putaran rpm rendah, maka nyala bola lampu menjadi redup.

2.Komponen Fuel Pump Bermasalah

Pompa bensin (fuel pump) membutuhkan tegangan minimal untuk dapat berfungsi dengan baik. Sehingga jika regulator tidak berfungsi, proses pemompaan bensin dari tangki tidak akan stabil.

3.Panel Instrumen Elektrik Error

Mobil keluaran terbaru sudah menggunakan panel instrumen elektrik. Panel instrumen elektrik menggantikan panel instrumen mekanis pada mobil keluaran tahun lama. Panel instrumen elektrik membutuhkan pasokan daya yang cukup. Kemudian apabila pasokan daya tidak stabil, panel instrumen akan error untuk menerima data dari sensor.

4.Aki atau Baterai Tidak Terisi

Apabila komponen regulator rusak atau tidak berfungsi, maka menyebabkan daya listrik menjadi naik turun atau tidak stabil. Salah satu penyebab aki atau baterai tidak dapat terisi karena naik turunnya daya pengisian listrik. Jika aki atau baterai rusak, dapat menyebabkan mesin mobil tidak bisa dinyalakan (dinamo starter).

5.Timbulnya Korosi Sekitar Aki

Aki atau baterai yang tidak terisi penuh akibat kerusakan regulator menyebabkan adanya reaksi yang tidak mampu melepas atom hidrogen pada setiap kutup positif dan negatifnya. Apabila atom hidrogen tidak terlepas, dapat menyebabkan korosi pada setiap sambungan kutup-kutupnya. Korosi yang berlebihkan dapat memberikan hambatan pada aliran daya listrik sistem pengisian.

Kesimpulan

Regulator meerupakan komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pengisian daya pada mobil. Fungsi utama dari regulator adalah menstabilkan daya sebagai input sistem pengisian aki serta tegangan input bagi komponen kelistrikan. Regulator menjaga tegangan pada rentang 13-15 volt. Selain itu regulator juga dapat mengatur medan magnet pada sekitar rotor dengan memanfaatkan integrated circuit.

Regulator pada mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi IC dan menyatu dengan alternator. Apabila regulator tidak dapat berfungsi dengan baik, maka akan timbul kendala seperti nyala bola lampu, fuel pump dan panel instrumen yang bermasalah. Kemudian menyebabkan aki baterai menjadi tidak terisi dan timbulnya korosi pada sekitaran kutup-kutupnya. Kendala regulator yang tidak berfungsi dapat dicegah melalui pengecekan secara berkala.

Tinggalkan komentar