8 Fungsi Encoder Pada Motor Dalam Beberapa Aplikasi

Encoder adalah alat yang dapat menerjemahkan rangsangan di luar menjadi kode-kode digital yang dimengerti oleh mesin. Bisa dibilang, encoder berfungsi seperti indera pada manusia. Alat atau komponen ini dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, termasuk pada motor.

Nah pada tulisan kali ini kami akan membahas fungsi encoder pada motor. Perlu diketahui, ternyata encoder menjadi bagian yang cukup penting dalam cara kerja motor secara keseluruhan. Agar lebih jelas mari disimak ini dia fungsi encoder pada motor.

Read More

Sekilas Tentang Encoder

encoder
Gambar komponen encoder

Rasanya akan sedikit sulit untuk memahami fungsi encoder pada motor jika kamu tidak punya bayangan sama sekali tentang alat ini. Maka sebelum membahas fungsinya, kami akan bahas sekilas tentang apa itu encoder.

Sedikit sudah disinggung di bagian pembukaan tadi, secara sederhana  encoder merupakan alat penginderaan. Pada dasarnya, mesin tidak mengerti bahasa dan apa yang terjadi di luar dirinya, maka dibutuhkan satu bagian yang bisa menerjemahkan hal tersebut padanya.

Nah si Encoder ini, khususnya pada motor, dapat mengkonversi rangsangan berupa gerakan yang dia terima menjadi sinyal listrik yang bisa dimengerti oleh beberapa perangkat kontrol yang ada dalam sistem kontrol gerakan, seperti counter atau PLC.

Sinyal listrik yang dikirim encoder tersebut mengandung informasi berupa posisi, hitungan, kecepatan, atau arah. Nah, alat kontrol nantinya dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan sebuah perintah pada fungsi tertentu.

Baca juga: Pengertian Rotary Encoder, Cara Kerja, Jenis Dan Aplikasinya

Fungsi Encoder Pada Motor

fungsi encoder pada motor
Salah satu contoh pengaplikasian encoder

Memang seringkali encoder pada mesin disandingkan dengan sistem kontrol yang mengatur gerakan tertentu pada mesin yang dilakukan oleh motor penggerak. Berikut adalah beberapa fungsi encoder pada motor:

  1. Pada aplikasi cut-to-length, encoder yang terkoneksi dengan roda pengukur yang digerakkanoleh motor, dapat memberi tahu perangkat kontrol berapa panjang bahan yang telah melewati si roda, sehingga perangkat kontrol dapat mengetahui kapan harus melakukan fungsi memangkas.
  2. Pada observatorium, encoder dapat memberi tahu aktuator mengenai posisi apa yang harus dilakukan kaca pengamat dengan memberikan umpan balik berupa posisi tertentu.
  3. Di jack pengangkat kereta api, umpan balik berupa gerak presisi dari encoder, akan memberitahu jack kapan mereka harus terangkat.
  4. Dalam sistem penempel label skala industri, sinyal encoder akan memberikan infromasi yang dibutuhkan PLC untuk mengendalikan waktu dan kecepatan dari rotasi botol.
  5. Dalam aplikasi di mesin percetakan, sinyal umpan balik dari enkoder akan mengaktifkan kepala cetak untuk membubuhkan tinta pada lokasi tertentu.
  6. Pada alat derek, encoders dipasang pada poros motor untuk memberikan umpan balik posisi sehingga derek akan tahu kapan harus mengambil atau melepaskan muatan.
  7. Pada lift, sinyal dari encoderlah yang memberi tahu controller saat lift sudah sampai di lantai yang benar. Artinya, umpan balik encoder ke pengontrol elevator akan memberikan informasi yang membuat pengontrol memberikan perintah berhenti sekaligus membuka pintu lift.
  8. Pada mesin perakitan otomatis, encoders menerjemahkan gerakan dan mengirimkannya pada robot. Alhasil, robot akan tahu kapan bahwa lengan lasnya berada di posisi yang benar dan melakukan pengelasan dengan tepat.
See also  Pengertian OTDR, Fungsi, Cara Kerja Hingga Software Simulasinya

Intinya, prosesnya akan sama dalam aplikasi apapun, hitungan yang dihasilkan encoder akan dikirim ke controller, di mana controller akan mengirimkan sinyal ke motor penggerak atau bagian mekanis untuk  melakukan suatu fungsi tertentu.

Related posts