Bagaimana Cara Kerja Bel Listrik Menghasilkan Bunyi? Simak!

Bel Listrik atau electric bell adalah sebuah bel yang bekerja dengan memanfaatkan arus listrik. Jika dulu bel dipukul manual, bel listrik menggunakan arus listrik untuk memukul lonceng dan menghasilkan bunyi. Bagaimana arus listrik itu dimanfaatkan? Nah kami akan menjelaskannya di tulisan ini.

Sebelum masuk ke penjelasan mengenai cara kerjanya, kamu harus tahu dulu bagian-bagian dari bel listrik. Berikut penjelasan tentang bagian atau komponen-komponen yang ada pada bel listrik.

Bagian Bel Listrik

Mengetahui bagian-bagian pada sebuah alat elektronik akan membantumu dalam memahami cara kerjanya secara keseluruhan. Maka dari itu kamu pun perlu tahu bagian dari bel listrik sebelum masuk ke cara kerjanya. Letak komponen bisa dilihat pada gambar tertera di bawah. Berikut ini penjelasan tentang komponen dan rangkaian bel listrik:

  • Gong atau Lonceng, bagian ini adalah sumber bunyi pada bel, di mana saat komponen ini di pukul, dia akam menghasilkan suara.
  • Pemukul (Striker), dari namanya sudah kita tahu bahwa komponen ini akan berperan untuk memukul gong atau lonceng.
  • Kumparan Elektromagnet, nah ini bagian terpenting, ketika komponen ini diberi arus listrik maka dia akan menghasilkan medan magnet yang dapat menarik benda logam didekatnya
  • Armature, bagian ini terbuat dari logam dan merupakan benda yang akan ditarik oleh medan magnet, di ujung armature tersambung dengan pemukul.
  • Spring, spring merupakan pegas yang bisa menarik armature kembali ke posisi semula
  • Interuptor, komponen ini adalah penghubung dan pemutus arus listrik yang mengalir ke kumparan.
  • Switch, sakelar yang berfungsi menghidupkan dan mematikan beli listrik
  • Adjusting Screw, baut di bagian interuptor yang dapat diputar untuk menyesuaikan jarak dari interuptor dengan armature sehingga mempengaruhi kerapatan bunyi yang dihasilkan

Cara Kerja Bel Listrik Sederhana

cara kerja bel listrik sederhana
Ilustrasi rangkaian bel listrik

Sederhananya, bel listrik bekerja dengan menggunakan prinsip elektromagnetik. Lebih tepatnya memanfaatkan fakta bahwa saat suatu kumparan dialiri listrik, maka kumparan tersebut akan menghasilkan medan magnet yang dapat menarik logam.

Cara kerja bel listrik ini tidak rumit, intinya berada pada gaya tarik menarik yang disebabkan oleh medan magnet. Di mana gaya tersebut dimanfaatkan untuk menggerakkan armature sehingga turut menggerakan pemukul gong dan menghasilkan bunyi.

Kamu dapat melihat gambar rangkaian dari bel listrik di atas, Ketika kamu menekan switch (S1) dan mengubahnya ke kondisi ON, arus akan mengalit ke kumparan elektromagnetik melalui interuptor sehingga menghasilkan medan magnet.

Medang magnet tersebut akan menarik armature yang sekaligus menggerakkan pemukul (striker) hingga memukul bagian lonceng (gong), bel listrik pun berbunyi. Nah perhatikan rangkaiannya, ketika armature ditarik ke arah kumparan koneksinya ke bagian intruptor terputus, sehingga menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan terhenti.

Saat kumparan tidak dialiri arus listrik, maka medan magnet pun menghilang. Armature pun akan lepas dari tarikan medan magnet, karena adanya pegas(spring) armature ditarik kembali ke posisi semula. Di mana artinya koneksinya ke interuptor kembali terhubung, arus kembali mengalir ke kumparan, medang magnet kembali menarik armature, bel bunyi, arus terputus, armature kembali lagi ke posisi awal dan begitu seterusnya hingga kamu mengubah posisi switch (S1) ke posisi OFF.

Melalui prinsip kerja tersebut cara membunyikan lonceng pun jadi lebih mudah karena tak harus dipukul manual melainkan hanya dengan menekan sakelar. Selain itu, intensitas pukulan pada lonceng menjadi sangat rapat, karena buka tutup arus listrik interruptor terjadi begitu cepat. Alhasil, bel listrik akan menghasilkan bunyi yang intens dan efektif digunakan sebagai tanda peringatan.

Dering yang begitu cepat dan rapat yang dihasilkan oleh bel listrik, membuat alat ini cocok digunakan pada sistem keamanan dan keselamatan gedung, seperti di pabrik, hotel atau pusat perbelanjaan. Pemanfaatannya yang sering ditemukan adalah sebagai alarm kebakaran di gedung-gedung tersebut.

Demikianlah penjelasan kami tentang cara kerja bel listrik yang memanfaatkan prinsip elektromagnetik. Prinsip kerjanya ini begitu mudah dimengerti, pemanfaatan elektromagnetik seperti ini sangat sering dilakukan, seperti contohnya pada relay, telepon dan lainnya. Karena itu, kamu juga mungkin bisa berkreasi dengan mengganti fungsi mekaniknya sesuai kebutuhan.

Tinggalkan komentar