10 Alat Pada Sistem Pendingin Mesin Mobil, Radiator Masuk!

Mobil tidak bisa bekerja maksimal ketika terlalu panas. Karena itu mobil dilengkapi dengan alat pendingin mesin mobil. Pertanyaannya, tahukah kalian mengenai komponen utama dari peralatan tersebut, dan bagaimana mekanisme cara kerjanya? Jawabannya diulas secara lengkap pada artikel ini.

Memahami susunan dan pemasangan alat pendingin mesin tentu sangat berguna bagi praktisi yang bekerja di dunia otomotif. Pemahaman tersebut dapat memberikan jaminan atas kinerja mesin kendaraan, terlebih saat terjadi masalah. Setidaknya, permasalahan dalam mesin bisa ditangani dengan tepat.

Kali ini, kami akan menjelaskan tentang komponen dari sistem pendingin dalam kendaraan roda empat. Tetapi sebelumnya, mari perhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan mesin mobil di bawah ini.

Sumber Panas Mesin Mobil

Kendaraan roda dua atau empat dapat berjalan ketika terjadi pembakaran dalam ruang bakar. Pembakaran ini memerlukan campuran antara bahan bakar dan udara secara sempurna. Kemudian api dipercikkan untuk memicu pembakaran yang sempurna.

Sistem inilah menjadikan mesin kendaraan semakin panas. Meskipun demikian, kendaraan tidak akan berjalan tanpanya karena sistem inilah yang akan menghasilkan tenaga gerak. Hasilnya, mesin akan bekerja.

Proses pembakaran akan terjadi secara terus menerus ketika mesin dinyalakan. Sementara itu, panas akan terus meningkat sesuai dengan kecepatan dari putaran mesin. Semakin sering dan cepat proses pembakaran, ruang bakar dan blok mesin akan cepat panas. Jika suhunya dibiarkan terus meningkat, kondisi ini bisa menimbulkan permasalahan. Maka dari itu, alat pendingin mesin mobil dipasang untuk mengantisipasi dan mengatur panas pada mesin.

Alat Pada Sistem Pendingin Mesin Mobil

Hampir semua kendaraan roda empat sudah menggunakan sistem pendingin cair pada mesinnya. Sistem pendingin mesin mobil umumnya terdiri dari beberapa komponen, diantaranya:

1. Radiator

radiator mobil
Radiator adalah alat pendingin utama mesin mobil

Radiator terdiri dari serangkaian pipa kecil yang dilengkapi dengan fin berbentuk seperti sarang lebah. Sesuai namanya, radiator berfungsi untuk memancarkan dan meradiasikan panas dengan cepat melalui permukaan fin tadi. Yang terpenting, radiator  juga mengolah hingga mendistribusikan panas yang diangkut oleh cairan pendingin.

Cara kerja radiator dimulai dengan mendinginkan suhu panas yang dibawa oleh cairan pendingin (biasanya air) dari mesin. Setelah itu, kisi-kisi yang melekat pada radiator ikut membantu pendinginan dengan bantuan angin. Ketika air sudah menjadi dingin, air ini yang akan dialirkan ke blok mesin secara merata.

2. Pompa Air

pompa air mesin mobil
Pompa air sistem pendingin

Water pump atau pompa air tipe sentrifugal digunakan untuk mensirkulasikan dan memompa cairan pendingin (air) ke bagian bagian mesin yang panas. Air akan terus mengalir dalam sebuah siklus tertutup dengan prinsip menyerap, membawa dan membuang panas.

3. Thermostat

thermostat
Thermostat sistem pendingin mesin mobil

Termostat berfungsi untuk yang mempertahankan suhu cairan pendingin/air secara otomatis dengan mengatur jumlah cairan yang masuk ke radiator.

Radiator mulai bekerja ketika suhu mulai meningkat. Peningkatan panas nantinya akan dikenali oleh thermostat. Bentuknya berupa katup yang mana berguna untuk mengatur peredaran air tersebut.

Contohnya bila suhu pendingin sudah mencapai batas aman, katup mulai membuka secara otomatis. Katup inilah yang menjadi pintu masuk bagi air yang telah didinginkan untuk mengalir ke seluruh komponen mesin.

4. Hose dan Bypass Hose Radiator

selang radiator
Selang radiator

Sederhananya, dua komponen ini merupakan selang khusus. Untuk hose sendiri, selang ini terbuat dari bahan karet. Selang ini saling berhubungan antara radiator dan mesin.

Hose sendiri terbagi menjadi dua. Pertama ialah upper hose yang fungsinya tidak lain untuk memudahkan air bergerak dari mesin ke radiator. Kedua ialah lower hose yang fungsinya berkebalikan. Yakni menyalurkan air dari radiator ke mesin.

Lalu, bagaimana dengan bypass hose? Selang ini hanya terpasang dengan waterpipe dan housing thermostat. Untuk ukurannya sendiri lebih kecil. Tetapi, fungsinya sangat dibutuhkan saat kondisi mesin masih dingin. Yakni dengan mengalirkan air dari mesin ke mesin saja.

5. Pipa Air

pipa air
Pipa air radiator

Pipa merupakan serangkaian saluran yang masuk ke dalam engine block dan kepala silinder. Saluran ini mengalirkan air atau cairan pendingin lainnya ke bagian tertentu ruang pembakaran. Water pipe atau pipa air yang terbuat dari logam ini memungkinkan air masuk ke radiator, bypass hose, hingga thermostat. Singkatnya, pipa air adalah saluran pembawa panas.

6. Kipas Radiator

kipas radiator
Radiator fan

Pada prakteknya, sistem pendingin mesin bisa menggunakan 2 jenis kipas, yakni motor fan radiator dan fan radiator. Perbedaannya, motor fan radiator ini dijalankan oleh sistem komputer dalam mobil, sementara fan radiator bekerja langsung dengan memanfaatkan tali kipas yang terhubung dengan mesin.

Fungsi kipas radiator ialah untuk mengisap udara melalui radiator. Perlu diperhatikan bahwa kipas di sini bukan untuk menghembuskan atau meniup udara, melainkan menarik.

7. Tali Kipas

tali kipas
Fan belt

Tali kipas atau fan belt merupakan komponen yang menggerakkan kipas radiator dengan memanfaatkan putaran dari mesin. Tali ini memang dirancang untuk menghubungkan putaran pulley kipas dan mesin mobil.

8. Water Jacket

water jacket
Rongga water jacket

Water jacket merupakan rongga yang didesain khusus dalam blok mesin. Bagian ini berfungsi sebagai tempat air masuk dan keluar. Ketika mesin menyala, panas bisa terserap oleh air dan masuk ke radiator. Sebagai gantinya, air radiator yang dingin akan masuk ke water jacket untuk proses pendinginan mesin.

9. Temperature Gauge

temperature gauge
Temperature gauge

Temperature gauge tak ubahnya sebagai alat untuk pemeriksaan. Ketika suhu mesin dalam keadaan panas, alat inilah yang akan memberikan sinyal tanda adanya overheating di dashboard kendaraan. Jadi bisa dikatakan kalau parameter ini juga termasuk bagian dari alat pendingin mesin mobil.

10. Engine Coolant Temperature Sensor

engine coolant temperature sensor
Engine coolant temperature sensor

Bahasa Indonesia nya adalah sensor suhu cairan pendingin mesin. Melalui sensor ini, pengukuran hasil panas akan terlihat sempurna. Ketika mesin cukup panas, sistem ini akan memberikan masukan bagi komponen lain untuk segera menjalankan motor fan radiator.

Itulah kurang lebih susunan komponen yang ada dalam alat pendingin mesin mobil. Sebagai pemiliknya, melakukan pemeriksaan pada sejumlah bagian sangatlah penting. Tujuannya supaya tidak terjadi kerusakan yang mengakibatkan fungsi sistem pendingin tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Penting untuk mencegah pendingin dari pembekuan jika suhunya di bawah 0 derajat Celcius. Salah satu caranya ialah dengan menambah zat tambahan dalam cairan pendingin seperti etilen glikol, yang bertujuan untuk menekan titik beku. Selain itu, zat pendingin biasanya bersifat korosif. Karena itu, pendingin harus dikeringkan diisi kembali tiap beberapa tahun.

Rekomendasi baca: Inilah Fungsi Tutup Radiator Pada Mobil

Perhatikan: Dampak Suhu Mesin Mobil Tinggi!

Fenomena dimana suhu mesin kendaraan sangat tinggi disebut overheat. Peristiwa ini sebenarnya bisa dikenali dengan mudah oleh pemiliknya. Dan bila situasi ini terjadi, ada baiknya kendaraan diistirahatkan terlebih dahulu.

Overheat sendiri merupakan suatu kondisi yang mana temperatur mesin sangat panas. Biasanya bisa dilihat dari indikator yang tersedia di dashboard mobil. Salah satu tandanya ialah timbulnya lampu berkedip berwarna merah dalam indikator. Di beberapa jenis kendaraan, indikator ini memperlihatkan tanda jarum yang hampir melewati level H.

Ketika kalian menemukan indikator tersebut, usahakan untuk berhenti sejenak. Jika tidak, risikonya ialah terjadi kerusakan pada komponen permesinan. Salah satu komponen yang mengalami kerusakan adalah piston dan setangnya. Setang bisa bengkok akibat dari panas yang berlebihan.

Setang yang bengkok mengakibatkan piston tidak bergerak dengan sempurna. Kemungkinan terburuknya, piston bisa merusak blok mesin. Pada akhirnya, solusi utamanya ialah mengganti komponen internal dalam mesin mobil.

Pergantian ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Secara, kalian memerlukan pergantian piston, setang dan komponen lain yang berhubungan dengannya.

Cara Mendinginkan Mesin Kendaraan

sistem pendingin mobil
Sistem pendingin mobil

Sebenarnya, alat pendingin mesin mobil memang telah menjadi komponen utama dalam rangkaiannya. Alat ini berguna untuk menjaga stabilitas panas yang dihasilkan oleh mesin. Fungsinya untuk mempertahankan keawetan komponen sehingga performanya terjaga.

Dalam dunia otomotif, ada beberapa perangkat yang berguna untuk mendinginkan mesin kendaraan. Radiator tentu menjadi perangkat utama. Kemudian disusul dengan pelumas.

Cara kerja radiator ialah mengalirkan air yang bersuhu dingin ke seluruh blok mesin yang panas. Ketika mesin berputar, radiator akan berjalan sehingga menghasilkan keseimbangan.

Sementara itu, pelumasan juga sangat berguna. Pelumas berupa oli berfungsi untuk mendinginkan bagian sekitar piston. Tujuannya agar gesekan dalam piston tidak terlalu parah, dan piston tetap dalam keadaan dingin.

Namun dari kedua sistem ini, radiator tentunya memiliki peran paling krusial dalam mendinginkan panas mesin kendaraan. Makanya, Kesehatan dari radiator perlu dijaga dengan rutin cara memeriksanya secara berkala.

Tinggalkan komentar