3 Contoh Aplikasi Fungsi Transducer Input dan Output, Apa Saja?

Transducer (transduser) adalah sebutan untuk komponen atau alat yang mempunyai kemampuan mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Bentuk energi tersebut  di antaranya, energi listrik, mekanik, elektromagnetik, cahaya, kimia, bunyi dan panas.

Pada dunia elektronika sendiri ada dua tipe transduser, yaitu transducer output dan transducer input. Transduser input mengubah energi yang berasal dari rangsangan manusia menjadi bentuk energi listrik. Transduser input juga sering disebut sensor.

Sedangkan  transducer output adalah pengubah energi listrik menjadi bentuk lain yang bisa dimanfaatkan manusia. Sebutan lain untuk transduser output adalah actuator.

Nah kedua jenis transduser ini begitu bermanfaat bagi para perancang alat elektronika. Banyak komponen-komponen transducer yang digunakan untuk keperluan mereka. Berbicara mengenai fungsi transducer, sebetulnya cuman ada satu, yaitu mengubah bentuk energi.

Karena itu, artikel ini akan coba membahas beberapa contoh aplikasi dari fungsi transducer itu sendiri. Dan berikut beberapa penggunaan transducer yang paling sering ditemukan.

Fungsi dan Pengaplikasian Transducer Input

transduser input
Contoh transducer input

Seperti disinggung di atas, transducer input atau sensor akan mengubah energi  fisik (physical energy) yang datangnya dari rangsangan luar menjadi bentuk energi listrik. Nantinya energi listrik ini dapat diolah oleh rangkaian tertentu untuk menghasilkan output yang dibutuhkan.

Inilah contoh aplikasi yang merupakan fungsi dari transducer input:

1. LDR (Light Dependent Resistor)

Light Dependent Resistor atau disingkat LDR adalah komponen berupa resistor yang nilai hambatannya dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima. Jika semakin terang nilai hambatannya semakin berkurang. Jadi sebagai suatu transduser, LDR ini mengubah energi cahaya menjadi perilaku kelistrikan berupa naik dan turunnya hambatan yang dapat mempengaruhi besarnya arus listrik.

2. Thermistor (NTC/PTC)

Thermistor adalah singkatan dari Thermal resistor, baik tipe NTC atau PTC, Thermistor merupakan komponen yang mengubah energi panas menjadi hambatan listrik. Semakin panas suhu yang diterimanya.

3. Mikrofon

Alat yang sering kita temukan sehari-hari dengan berbagai jenis dan bentuknya ini juga merupakan transduser. Mikrofon adalah transduser yang mengubah energi atau gelombang suara menjadi sinyal listrik.

Fungsi dan Pengaplikasian Transducer Output

transduser output
Contoh transduser output

Transduser Output kebalikan dari transduser input, alat ini mengubah bentuk energi listrik jadi keluaran dengan bentuk energi fisik yang dapat dimanfaatkan manusia secara langsung. Berikut contoh-contoh dari fungsi transducer output.

1. LED (Light Emitting Diode)

Komponen ini pasti sering sekali kamu temukan ketika membuat rangkaian elektronika. LED termasuk ke dalam Transduser output karena komponen ini mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. Sama seperti LED, lampu di rumahmu juga merupakan transduser output.

2. Motor

Nah kalau komponen ini seringkali jadi nyawanya banyak alat-alat elektronik. Motor adalah transduser yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak berupa putaran. Kamu akan menemuka motor di mixer kue, blender, pompa air, mesin cuci dan alat-alat elektronika rumahan lainnya.

3. Loudspeaker

Loudspeaker atau sering disebut hanya Speaker merupakan Transduser output yang punya kemampuan untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara yang dapat didengar langsung oleh telinga manusia. Alat ini memanfaatkan sinyal listrik untuk mengetarkan komponen membran sehingga menimbulkan gelombang suara yang sesuai dengan bentuk sinyal listrik yang menggerakkan membran.

Kesimpulan

Meski seringkali disamakan, transducer sebetulnya berbeda dengan sensor. Transduser adalah segala alat yang punya kemampuan untuk mengubah bentuk energi. Jika konteksnya adalah dunia elektronika, maka transducer selalu berhubungan dengan perubahan energi listrik.

Ada dua jenis dari transducer yaitu transduser input dan transduser output yang keduanya memiliki cara pengaplikasian yang berbeda. Namun, tidak jarang juga kedua jenis ini dipadukan untuk membuat satu alat elektronika.

Contoh dari perpaduan fungsi transducer input dan output yang paling sering ditemui adalah perpaduan mikrofon dengan loudspeaker. Di mana mikrofon akan mengubah suara orang yang berbicara menjadi sinyal listrik yang kemudian dialirkan ke rangkaian amplifier baru akhirnya ke load speaker yang berfungsi untuk mengubah sinyal listrik yang sudah dikuatkan menjadi gelombang suara.

Tinggalkan komentar