Bagaimana Cara Kerja Humidifier Meningkatkan Kelembaban?

Artikel ini akan fokus membahas pentingnya fungsi serta cara kerja humidifier dari perspektif banyak hal seperti kesehatan, teknik, konstruksi bahan dan lain lain. Kalian akan belajar bagaimana humidifier bisa membuat orang lebih nyaman, di sisi lain juga tidak membahayakan konstruksi suatu bangunan. Sangat mengejutkan bukan banyak nya kadar uap air di udara bisa membuat perbedaan besar.

Apa Itu Humidifier?

Humidifier adalah suatu alat yang dapat mengeluarkan uap air guna menaikkan tingkat humiditas pada udara. Dengan kata lain, humidifier adalah solusi untuk mengatasi masalah udara kering. Yang perlu ditekankan, penggunaan humidifier harus sesuai, tidak boleh berlebihan.

Itu karena humidifiers juga bisa menjadi bumerang jika tidak diatur dengan tepat. Kelembaban yang berlebih bisa menyebabkan percepatan korosi pada struktur bangunan, misalnya. Korosi pada struktur akan menaikkan biaya perbaikan atau pergantian bahan.

Jadi, kalau kalian menggunakan humidifier, pastikan untuk memonitor tingkat humiditas secara berkala. Jika ada masalah dengan humidifier, hubungi orang yang ahli, jangan tiba tiba jadi sok ahli.

Cara Kerja Humidifier

Berdasarkan jurnal International Conference on Mechatronics Engineering and Information Technology, yang berjudul Design of the Intelligent Air Humidifier (2016), alat pelembab udara atau humidifier terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

cara kerja perangkat keras humidifier
Perangkat keras humidifier

Seperti yang terlihat pada diagram di atas, humidifier memiliki sensor yang mendeteksi suhu dan tingkat humiditias udara ruangan dan mengubahnya dalam bentuk data. Data ini kemudian dikirim ke SCM untuk dianalisa dan diproses. Di sisi lain, temperatur dan kelembaban akan ditampilkan pada LCD, dan bagian button memperbolehkan pengguna untuk mengubah pengaturan humidifier secara manual.

prinsip kerja perangkat lunak humidifier
Perangkat lunak humidifier

Untuk software-nya, humidifier sendiri akan memindai temperatur dan tingkat humiditas udara. Hasil bacaan tersebut akan dibandingkan dengan pengaturan tingkat kelembapan yang diatur oleh pengguna. Apabila tidak sama, maka humidifier akan mulai beroperasi untuk menambah kadar air pada udara, sampai kadar air tersebut sesuai dengan apa yang di-set oleh pemilik humidifier.

Tipe Humidifier Dan Prinsip Kerjanya

 

cara kerja humidifier
Jenis jenis humidifier

Seperti yang telah disebutkan, humidifier bekerja dengan menyemburkan atau menambah uap air di udara melalui mekanisme tertentu. Mekanisme ini berbeda beda pada tiap jenis humidifier. Ada yang menggunakan getaran, impeller dan lain lainnya. Berikut jenis jenis humidifier yang banyak dipakai beserta prinsip cara kerjanya.

  • Central humidifiers. Dirancang untuk menangani kelembapan lebih spesifik di semua bagian rumah
  • Ultrasonic humidifiers. Menghasilkan kabut dingin dengan getaran ultrasonik . Kelebihan humidifier ini ialah tidak bising. Namun, mineral pada uap air yang dikeluarkan oleh alat humidifier menjadi hal yang harus kalian perhatikan saat memakai jenis humidifier ini.
  • Impeller humidifiers. Humidifier ini memanfaatkan putaran piringan (disc) untuk menyemburkan uap air. Alhasil, kalian akan melihat uap air seperti kabut dingin. Kelebihannya ialah impeller humdifier membutuhkan lebih sedikit energi listrik, namun air akan stagnan ketika disemburkan. Karenanya, bakteri yang ada pada air akan ikut tersembur ke udara rumah kalian.
  • Evaporators. Menggunakan kipas untuk menghembuskan udara melalui sumbu, filter, atau sabuk basah.
  • Steam vaporizers. Memanaskan air terlebih dahulu kemudian mengeluarkan uap hangat. Tipe humidifier ini termasuk yang paling sederhana dan paling murah. Pada praktiknya, steam vaporizer memerlukan energi listrik untuk bisa bekerja. Yang harus kalian perhatikan, steam vaporizer bisa berbahaya jika berada di sekitar anak anak karena bisa menyebabkan luka bakar. Tipe ini juga membutuhkan lebih banyak energi listrik.

Tingkat Kelembaban Pada Humidifier

Seperti yang disebutkan, humiditas merujuk kepada jumlah uap air di udara. Kisaran humiditas yang baik yakni antara 30% sampai 50%. Kelebihan lembab bisa menyebabkan terjadinya kondensasi pada dinding, lantai dan permukaan datar lainnya. Sedangkan kekurangan kadar air bisa membuat lantai dan dinding kayu mengering. Karena kering, kayu akan mengecil dan menyebabkan retak.

Cara Mengukur Humiditas

Mengukur tingkat humiditas
Mengukur tingkat kelembaban

Cara terbaik untuk memonitor tingkat kelembapan adalah dengan menggunakan hygrometer. Perangkat ini terlihat seperti thermometer, namun fungsinya untuk mengukur jumlah kadar air pada udara. Saat membeli humidifier, sangat direkomendasikan untuk membeli hygrometer sehingga kalian bisa memonitor tingkat humiditas secara berkala.

Mengatasi Udara Sangat Lembab

Dehumidifier
Dehumidifier adalah kebalikan humidifier

Sekiranya masalah yang satu ini terjadi, satu satunya jalan yaitu dengan mengurangi uap air pada udara. Ada dua alat yang bisa kalian gunakan dalam hal ini. Pertama, gunakan Air Conditioner. AC biasanya dilengkapi dengan fitur dehumidifier yang mampu mengurangi kelembaban sembari mendinginkan udara. Yang kedua, pakai dehumidifier. Dehumidifier akan menangkap kelembaban yang berlebih sehingga menurunkan tingkat humiditas tanpa mendinginkan udara.

Kesimpulan

Dengan kata lain, fungsi humidifier berkaitan dengan tingkat humiditas ruangan, tidak lain untuk meningkatkan kadar uap air pada udara. Kadar air yang tepat akan meningkatkan kenyamanan di rumah, atau produktivitas di tempat kerja. Itulah pentingnya memahami sekilas bagaimana humidifier bekerja.

Tinggalkan komentar