Fungsi Busi, Komponen dan Mekanisme Cara Kerjanya – Wajib Tau!

Bagi orang yang berkutat di dunia otomotif pasti tidak asing dengan benda kecil ini, yaitu busi. Seperti yang kita ketahui busi adalah bagian mesin yang fungsinya sangat penting untuk kendaraan terutama pada sepeda motor dan mobil.

Terkadang perangkat kecil dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada kendaraan. Busi memiliki berbagai macam fungsi yang mungkin belum semua Anda ketahui. Sebaiknya, sebelum mengenal fungsi busi lebih jauh, ada baiknya mengetahui apa itu busi secara detail, termasuk komponen dan mekanisme kerja busi dalam sistem pengapian. Berikut penjabaran yang bisa Anda baca untuk menambah pengetahuan Anda.

Apa itu Busi?

Busi adalah sebuah komponen utama yang terdapat dalam sistem pengapian pada mesin bensin, dengan sistem kerja yang dapat merubah energi listrik menjadi sebuah percikan api bertekanan tinggi dalam ruang bakar. Tujuan pemasangan busi pada  sistem pengapian adalah untuk membakar (menyulutkan percikan api) pada campuran (bahan bakar dan udara) melalui percikan elektrik tersebut. Setelah terbakar, campuran ini akan menjadi sumber energi untuk menggerakkan mesin, dan mustahil mesin akan beroperasi tanpa percikan api dari busi.

Fungsi Busi

Fungsi busi yaitu menghasilkan percikan bunga api melalui ujung elektroda yang dapat membakar campuran bahan bakar dan udara dari karburator yang telah dikompresi sebelumnya di ruang bakar. Percikan api ini adalah loncatan listrik yang merambat melalui kabel busi dari tegangan tinggi pada ignition coil (kumparan pengapian). Sebagai catatan, bahwa busi itu fungsinya menghasilkan percikan api, bukan menghasilkan api ya.

Komponen pada Busi Motor

Meskipun ukurannya yang relatif kecil namun peranan busi sangat penting dalam sistem pengapian, selain itu ada beberapa komponen – komponen busi yang memiliki peranan dan fungsi tersendiri, antara lain:

Gambar Komponen – komponen busi

1. Terminal

Komponen tersebut terdapat di bagian ujung pangkal busi yang menghubungkan antara busi dengan sistem pengapian. Terminal tersebut berfungsi sebagai penghubung yang terbuat dari bahan besi.

2. Insulator

Sebagian besar  insulator busi tersebut terbuat dari porselen atau keramik yang mempunyai fungsi  memberi topangan mekanik bagi inti elektroda yang terletak di tengah.

Selain itu, komponen ini juga memiliki fungsi sebagai isolator elektrik (tidak dapat menghantarkan arus listrik) terhadap tegangan tinggi yang akan mengalir menuju inti elektroda. Sehingga arus listrik dari tegangan tinggi  tersebut tidak dapat keluar dari bagian ruang elektroda tengah.

3. Ribs/Corrugations

Berbagai macam busi memiliki bentuk yang hampir sama, terdapat lekuk-lekuk pada bagian insulatornya. Fungsi dari komponen ini dapat bertindak sebagai massa (negatif) untuk mencegah arus listrik merambat keluar ke komponen mesin.

Tujuan lain adanya ribs ini untuk membuat jarak antara gound dengan inti elektroda semakin lebih jauh. Sehingga, hambatan yang timbul antara inti besi dengan ground menjadi semakin besar. Dengan demikian tegangan busi tidak langsung pindah dari inti besi ke ground sekitar bagian busi.

Baca juga: 4 Fungsi Kepala Silinder Serta Permasalahan Yang Sering Terjadi

4. Insulator Tip

Insulator tip memiliki kemampuan rata rata menahan temperatur hingga 650 derajat celcius dan dapat menahan tegangan hingga 60.000 Volt, insulator tip terbuat dari material yang tahan terhadap temperatur tinggi, karena ujung dari insulator tip ini dapat dan bisa mengalami pembakaran di ruang bakar.

5. Center Electrode (Inti Elektrode)

Fungsi dari  inti elektroda ini sebagai penghantar energi listrik. Inti elektroda atau center elektrode biasanya terbuat dari kombinasi nikel, besi, dan tembaga, atau logam-logam terbaik lainnya.

6. Gasket/Seal

Gasket/Seal berfungsi menutupi bagian celah drat busi untuk mencegah agar tidak ada aliran yang keluar dari kompresi ruang bakar.

7. Metal Case

Jaket pada busi atau Metal Case memiliki fungsi sebagai kunci busi ke silinder head. Selain itu fungsinya juga sebagai konduktor yang memiliki daya penghantar panas yang baik, sehingga panas dari busi dapat berpindah ke tempat lain.

8. Side Electrode (Ground)

Pada komponen ini, side elektrode dapat menjadi indikasi untuk menentukan lamanya umur busi. Selama side elektroda busi masih dalam kondisi normal dan tidak ada kerusakan seperti keropos, berkarat dan terkikis di bagian tersebut, hal itu tidak berpengaruh pada kinerja busi.

Pada umumnya Side elektrode harus terbuat dari bahan paduan logam nikel khusus yang tahan terhadap temperatur tinggi dan juga daya hantar panas yang baik di dalam ruang bakar. Karena makin lama pemakaian busi dalam sistem pengapian, side elektroda lama kelamaan akan terkikis oleh temperatur tinggi di dalam ruang bakar

9. Rings (Cincin)

Komponen ini berfungsi untuk merapatkan insulator dan bodi busi selain itu juga berfungsi menjaga kerapatannya.

10. Cangkang/ Bodi

Fungsi dari bodi sebagai penopang komponen insulator supaya busi dapat dipasang pada bagian kepala silinder karena terdapat ulir di bagian tersebut.

Mekanisme Busi pada Sistem Pengapian

Agar mendapatkan gambaran bagaimana busi bekerja, mari kita liat penjelasan berikut ini :

Proses Mekanisme Cara Kerja Busi

Keterangan

Pada saat menghidupkan kunci kontak kendaraan, arus listrik akan mengalir dari baterai menuju koil/kumparan.

Setelah itu arus listrik mengalir melalui lilitan koil utama, dimana salah satu ujungnya terhubung ke dalam kontak pemutus.

Kemudian komponen cam yang terhubung langsung ke Poros Bubungan (Camshaft) bekerja membuka dan menutup kontak pemutus sesuai dengan jumlah silinder.

Pada saat kondensor menyerap Electro Magnetic Field Sensor (EMF), dengan demikian meningkatkan usia titik kontak dan dapat mengurangi titik bakar.

Ketika cam lobe mendorong sakelar Cam lobe, kemudian titik pemutus kontak terbuka, yang menyebabkan arus dari sirkuit primer terputus.

Karena arus sudah terputus, lilitan sekunder menginduksi EMF , karena memiliki jumlah lilitan lebih banyak daripada lilitan primer, hal tersebut meningkatkan tegangan baterai dari 12 volt menjadi 22000 volt.

Hasil tegangan tinggi dari lilitan sekunder kemudian ditransfer ke distributor.

Sebuah rotor yang ada di dalam distributor berputar sesuai dengan waktu pengapian mesin.

Pada saat posisi rotor tepat di depan titik distributor menyebabkan tegangan melonjak karena adanya celah udara dari rotor ke titik distributor

Hasil dari tegangan tinggi tersebut mengalir dari distributor ke terminal busi melalui kabel tegangan tinggi dan ada perbedaan tegangan yang dihasilkan antara elektroda pusat dengan elektroda ground.

Aliran tegangan tinggi terus mengalir melalui elektroda pusat melewati isolator

Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik gas antara elektroda-elektroda tersebut.

Gas tersebut terionisasi menjadi konduktor dan memungkinkan arus listrik mengalir melalui celah busi hingga akhirnya percikan api dihasilkan.

Setelah mengetahui detail alur dari mekanisme kerja busi untuk melihat semua alur kerja tersebut bisa anda lihat pada gambar dibawah :

Gambar Mekanisme Kerja Busi

Demikian fungsi busi dan komponennya, serta mekanisme busi pada sistem pengapian semoga bermanfaat !

Apabila anda membutuhkan materi lain seputar dunia permesinan, silakan anda bisa membacanya melalui link berikut ini.

Tinggalkan komentar