Cara Mengecek Masalah Sistem Pengisian Sepeda Motor Dan Solusinya

Bagaimana cara mengecek masalah pada sistem pengisian sepeda motor? Perlu diketahui, sistem pengisian pada kendaraan sebenarnya tidak begitu kompleks untuk dipahami. Mereka yang profesional atau hobi utak-atik sepeda motor, akan dengan cepat mendeteksi kerusakan yang terjadi.

Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya tentang komponen dan fungsi sistem pengisian motor, terdapat komponen utama dan tambahan pada sistem pengisian tersebut. Kerusakan pada satu atau lebih komponen dapat menyebabkan masalah pada sepeda motor.

Untuk mengetahui secara pasti sumber kerusakannya, diperlukan penyelidikan secara langsung. Karena itu jangan terburu-buru mengambil solusi yang belum pasti. Misalnya membeli baterai baru, padahal kerusakan tersebut disebabkan karena hal yang lain.

Tanda Kerusakan Pada Sistem Pengisian Sepeda Motor

Tanda Kerusakan Pada Sistem Pengisian Motor
Ilustrasi mengetes tegangan sistem pengisian

Terjadinya kerusakan pada sistem pengisian akan menyebabkan gejala-gejala yang cukup khas dan bisa dideteksi sejak awal. Beberapa diantaranya adalah:

  • Motor tidak bisa distarter. Bila tiba-tiba motor melambat dan terdengar bunyi “click”, bisa dipastikan memang ada masalah pada sistem pengisian.
  • Motor kesulitan untuk terus dijalankan akibat tegangannya rendah.
  • Lampu meredup atau berubah menjadi terang secara acak.
  • Khusus pada motor model baru, lampu peringatan baterai terus menyala.

Penyebab kerusakan pada sistem pengisian sendiri cukup beragam. Dan hendaknya sebelum melakukan pengujian cara mengecek masalah sistem pengisian sepeda motor, Anda harus mengetahui dulu beberapa kemungkinan sumber masalahnya.

Penyebab Masalah pada Sistem Pengisian Sepeda Motor

penyebab kerusakan sistem pengisian motor
Peringatan baterai

Beberapa sebab biang masalah pada sistem pengisian motor, kemungkinan besar seperti:

  • Regulator atau Rectifier Mati. Regulator atau rectifier berfungsi mengubah arus bolak-balik dari alternator menjadi arus searah sehingga baterai dapat diisi. Selain itu, komponen ini juga berfungsi memangkas arus berlebih. Namun fungsi tersebut membuat komponen ini rentan rusak karena terpanggang.
  • Baterai Sudah Tua. Baterai memiliki waktu penggunaan terbatas. Setelah lama dipakai, atau jika tidak dirawat dengan baik, baterai pada akhirnya akan mati.
  • Baterai Tergoreng. Jika rectifier tidak bisa bekerja dengan baik, tegangan bisa saja terkirim ke aki/baterai. Baterai sepeda motor beroperasi antara sekitar 12 dan 14,5V. Bila lebih dari itu, baterai akan mulai mengalami pemanasan yang tidak normal.
  • Kumparan Stator Mati. Apabila alternator digunakan terpisah, bisa saja komponen tersebut mati. Alhasil terjadi ketidakberesan pada sistem pengisian.
  • Kabel Longgar. Kabel longgar juga bisa menjadi penyebab masalah pada sistem pengisian sepeda motor. Kabel longgar umumnya terjadi karena pengencangan yang hanya dilakukan dengan obeng. Padahal seharusnya dilakukan dengan kunci pas dan torsi minimal 5 Nm.

Cara Mengecek Masalah Sistem Pengisian Sepeda Motor

Di atas telah dijelaskan kemungkinan penyebab eror pada sistem pengisian. Namun sekali lagi, tentu diperlukan pengecekan secara langsung suapaya Anda benar-benar tahu apa yang harus dilakukan. Untuk melakukannya, sediakanlah 2 peralatan di bawah ini dulu:

  • Multimeter
  • Charger baterai

1. Test 1: Cek Tegangan Baterai

cek baterai
Ilustrasi cek tegangan baterai

Silahkan isi dulu baterai. Setelah itu lakukan tes tegangan dengan multimeter pada kondisi motor mati (off).

  • Bila tegangannya 12,4 V atau lebih, artinya baterai berfungsi semestinya
  • Bila tegangannya di bawah 12,4 V, artinya ada masalah dengan baterai

Permasalahan pada baterai bisa disebabkan karena 2 hal. Pertama, baterai sudah tua dan Anda tinggal menggantinya. Kedua, terjadi kerusakan pada regulator yang merusak baterai sehingga selain perlu baterai baru, Anda juga perlu memperbaiki regulator.

Sekarang, silahkan uji lagi baterai pada kondisi motor dinyalakan.

  • Pada kondisi idle, hasil idealnya adalah 12 – 13 volt
  • Bila digas hingga 3000 rpm, tegangan seharusnya tidak lebih dari 15V

Bila tegangan kurang dari 12 V, artinya arus yang dihasilkan alternator tidak cukup. Jadi sebaiknya segera cek bagian tersebut. Adapun bila tegangan lebih dari 15V saat rpm nya 3000, artinya komponen regulator telah terpanggang.

2. Tes 2: Cek Kumparan Alternator

stator dan alternator
Gambar stator dan alternator

Cara mengecek masalah sistem pengisian sepeda motor berikutnya bisa dilakukan pada bagian alternator atau stator coil. Stator coil adalah semacam kumparan yang melingkari rotor. Rotor sendiri adalah komponen yang terbuat dari magnet dan terkait dengan crankshaft (ruang engkol).

Ketika motor dinyalakan, rotor akan mengalami perubahan medan magnetik sehingga menyebabkan munculnya aliran pada kumparan. Untuk mengetes apakah stator coil menghasilkan daya yang cukup, silahkan cari dulu bagian outputnya.

Setelah ditemukan, silahkan lakukan 2 pengujian di bawah ini.

  • Pengecekan resistensi antar pin: Matikan mesin dan cek resisten di antara setiap pin. Atur multimeter pada skala 0,2 hingga 0,5 ohm saja. Bila hasilnya rangkaian terbuka, artinya tak ada masalah. Namun bila hasilnya rangkaian tertutup, artinya ada masalah.
  • Cek lagi resisten antara pin dan ujung negatif baterai. Bila hasilnya bukan rangkaian terbuka, artinya terjadi malfungsi.

Selanjutnya silahkan lakukan pengujian lanjutan pada alternator saat mesin menyala. Langkah-langkahnya cukup mudah. Silahkan atur multimeter pada mode AC dulu.

Setelah itu, lakukan pengecekan daya antara ujung-ujung stator coil pada 3000 rpm. Hasil yang ideal adalah di kisaran 20 hingga 50 volt. Namun bila terbaca di atas 15 pun dengan hasil serupa di antara terminalnya pun, komponen masih bisa dianggap baik.

3. Tes 3: Uji Regulator / Rectifier

rectifier motor
Gambar rectifier motor

Terakhir dan tak kalah penting, cara mengecek masalah sistem pengisian sepeda motor dapat dilakukan pada uji regulator. Eror pada komponen ini umumnya terjadi pada sepeda motor tua yang memang lebih rentan bermasalah dengan panas.

Untuk mengetes kondisi komponen ini, silahkan atur dulu multimeter pada mode dioda dan cek polaritas dari regulator/ rectifier. Namun perlu diperhatikan bahwa tiap motor memiliki konfigurasi dioda dan arah jembatannya tersendiri. Jadi silahkan baca buku manual kendaraan Anda untuk menentukan apakah hasil pengecekan tersebut sudah ideal atau belum.

Selain cara tersebut, Anda juga bisa menentukan kondisi regulator/rectifier dari uji sebelumnya lho. Bila stator coil menghasilkan daya yang bagus namun baterainya mati, bisa jadi regulator/rectifier sudah terpanggang dan mati.

Kesimpulan: Cara Mengecek Masalah Sistem Pengisian Sepeda Motor

  1. Sistem pengisian sepeda motor bukanlah sistem yang terlalu kompleks untuk dipahami. Pada sistem ini terdapat empat komponen utama dan beberapa komponen tambahan.
  2. Adanya kerusakan pada salah satu komponen bisa menyebabkan masalah-masalah tertentu seperti motor yang tak mau di-starter hingga lampu yang menyala tidak stabil.
  3. Untuk mengatasi persoalan tersebut, tentu kita harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang kemungkinan berbagai sumber masalahnya.
  4. Pengujian langsung juga perlu dilakukan supaya kita bisa mengetahui dengan pasti apa penyebab error tersebut. Uji bisa dilakukan pada baterai, alternator, dan regulator.

Pada akhirnya dengan melakukan uji ketiga cara mengecek masalah sistem pengisian sepeda motor di atas, kita jadi tahu solusi apa yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut.

Tinggalkan komentar