Shinzo Abe dilaporkan ditembak karena melanggar peraturan vaksinasi Covid-19,

caramesin.com-Di tengah berita viral tentang kasus mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, ia meninggal pada 8 Juli 2022.

Dalam laporan yang viral, Shinzo Abe yang tewas akibat penembakan itu selanjutnya disebut-sebut sebagai bukti pelanggaran perintah terkait vaksin Covid-19.

Berita kematian Shinzo Abe karena melanggar aturan vaksin Covid-19 telah viral di Twitter.

Layanan terlama di Jepang itu dikabarkan meninggal dunia karena melanggar perintah vaksinasi Covid-19 World Economic Forum (WEF).

Dalam naratif klaimnya, Shinzo Abe lebih memilih mengabaikan mandat WEF tentang vaksin Covid-19 dan kemudian meminum ivermectin untuk disuntikkan ke seluruh warganya. Adapun suara akun seputar Twitter dapat dilihat sebagai berikut:

SORE. Orang Jepang yang terbunuh itu tidak mematuhi perintah dari WEF. Dia tidak memesan vaksin, mengirim 1,6 juta dosis dan memberikan ivermectin kepada warga. Apakah masuk akal sekarang?” membaca tagihan.

Setelah diselidiki, akun yang beredar di Twitter yang mengklaim Shinzo Abe ditembak karena menolak pesanan faks Covid-19 ternyata tidak benar.

Laporan tentang motif penembakan Shinzo Abe menyatakan bahwa tidak ada kejahatan yang dilakukan karena didasarkan pada balas dendam. Tetsuya Yamagami sebagai penembak berpendapat bahwa Shinzo Abe mendukung kelompok agama yang membuat ibunya bangkrut.

Tetsuya Yamagami kemudian mengungkapkan kebangkrutan ibunya karena sumbangan berlebihan dari sebuah kelompok agama.

Sementara itu, Ivermectin yang disorot dalam akun di atas sebenarnya adalah scam yang telah beredar di Jepang sejak tahun 2021.

Bahkan, Ivermectin tidak masuk dalam daftar obat untuk mengobati Covid-19 dari situs kesehatan pemerintah Jepang.

Makanya kabar Shinzo Abe ditembak terkait vaksin Covid-19 ternyata hoax.

Related posts