Menelisik Kehidupan Zaman Batu di Taman Wisata Prasejara leang-leang

caramesin.com-Berbicara tentang destinasi wisata di Sulawesi Selatan memang tidak ada habisnya.

Meskipun Sulawesi Selatan terkenal dengan wisata kulinernya, namun juga memiliki beberapa destinasi wisata yang sayang untuk tidak mengunjungi Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah wisata lama di Taman Wisata Leang-leang, Kabupaten Maros.

Wisata di Leang-Leang, Maros

Jika Anda sedang berwisata ke Sulawesi Selatan, pastikan tempat ini ada di checklist Anda. Mengapa?, katakanlah Anda datang ke sini untuk memasak atau tidak ke Leang Leang. Di sana Anda bisa menikmati keindahan alam, karena banyak terdapat bebatuan unik.

Selain bebatuan, ada juga banyak gua tempat orang pernah hidup untuk bertahan hidup. Ya, itu sudah lama sekali, mungkin 5000 tahun yang lalu.

Menariknya, berbagai lukisan yang umum di zaman dulu juga ditemukan di dalam gua, kita akan membahasnya lebih detail nanti. Terlihat jelas bahwa di beberapa gua tersebut terdapat berbagai gambar seperti tangan, tongkang, ikan dan gambar lainnya.

Letak Geografis Leang-Leang

Secara geografis, Leang Leang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang meliputi dua kawasan di selatan Sulaewsi, yakni Maros dan Pangkep. Di kawasan Leang Leang telah ditemukan 286 gua, termasuk 30 gua prasejarah.

Leang Leang terletak di pegunungan karst yang berusia ribuan tahun, dan patut dibanggakan karena kawasan ini merupakan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah pegunungan karst di Guangzhou, China. Luas kawasan ini cukup luas, sekitar 43.750 hektar.

Kunjungi Leang-Leang

Kunjungan ke Gua Leang Leang akan memberikan gambaran tentang bagaimana kehidupan dulu. Itulah sebabnya deretan gua di celah batu ini sangat menarik bagi para ilmuwan dan sejarawan dunia. Anda bisa menggunakan kendaraan umum atau menyewa mobil pribadi untuk mengunjungi lokasi gua prasejarah ini. Sederhananya, Anda perlu menemukannya di google maps, itu akan mengarahkan Anda ke lokasi.

See also  Infinix Note 10 Pro, Solusi HP Gaming Murah

Setelah lokasi ini, Anda akan melihat pemandangan sekitar yang sangat indah, batu-batu hitam besar bertumpuk rapi di lapangan besar, yang menjadi ciri khas Leang Leang.

Apa yang terjadi disana?

Memasuki salah satu gua yang paling banyak dikunjungi publik, Anda akan melihat mural gua. FYI, gua prasejarah ini tidak terlalu dalam. Terdapat 5 arca kuno berbentuk pohon kelapa di mulut Goa, namun sayang arca yang masih hilang hanya 3 tanda tangan.

Selain penggambaran telapak tangan, ada juga penggambaran babi dan rusa, serta penggambaran tombak. Dimana gambar didominasi warna merah.

Ada banyak gua di Leang Leang sendiri, gua-gua lain menawarkan pemandangan yang kurang spektakuler, salah satunya karena menyimpan banyak foto. Ada sekitar 27 gambar pohon palem, tetapi hanya 17 yang terlihat kosong. Ada juga gambar babi hutan besar di salah satu gua di sana.

Menurut hasil penelitian beberapa ahli sejarah, lukisan tangan yang ditemukan di Gua Leang Leang adalah lukisan tangan perempuan karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Usia lukisan itu sendiri diperkirakan lebih dari 5000 tahun.

Lukisan tangan dengan jumlah jari penuh dimaknai oleh masyarakat sekitar sebagai lukisan yang menolak bala.

Gambar itu diyakini dibuat dengan meletakkan tangan di dinding, yang kemudian disiram dengan cairan merah. Hal ini dapat dilihat dari gradasi yang ditunjukkan pada gambar.

Menurut peneliti, sebagian besar warna merah dari mural itu berasal dari hematit yang ditemukan di bebatuan di sekitar gua. Di sisi lain, beberapa peneliti juga mengklaim bahwa warna merah pada dinding diekstraksi dari getah pohon.

Itulah sekilas tentang tempat wisata purbakala Leang-leang di Sulawesi Selatan. menarik kan lokasinya? Jika Anda berwisata ke Sulawesi Selatan, di sebelah Pulau Tinabo atau Puncak Bulusaraung, pertimbangkan kawasan ini sebagai salah satu destinasi Anda. Itu bagus untuk artikel ini, kita akan lihat di artikel lain.

See also  Sepatu dan celana Ferdy Sambo yang dikenakan Saat Rekonstruksi Disorot Tajam, pembuatan ulang profil tinggi: Saya tidak tahan, itu menyedihkan

Related posts