Kopling Mobil : Fungsi, Komponen, Cara Kerja dan Jenis – Jenisnya

Pada dunia otomotif istilah kopling mobil kerap sekali terdengar dan menjadi istilah yang famous. Tapi tahukah kalian apakah sistem kopling itu? Mari kita mulai dari sistem pemindahan tenanga.

Powertrain System pada mobil
Sistem ini berfungsi untuk meneruskan putaran atau tenaga yang dihasilkan oleh Engine menuju ke roda penggerak.

Powertrain System atau sistem transmisi tenaga adalah sistem yang sangat penting pada kendaraan. Sebab, sistem ini berfungsi untuk meneruskan putaran atau tenaga yang dihasilkan oleh Engine (mesin) menuju ke roda penggerak (ban mobil biasanya). Sistem ini terdiri dari 4 komponen utama yaitu : Clutch/kopling, Transmisi, Propeller Shaft dan Final Gear & Differential.

Apa Itu Kopling Mobil?

Kopling atau Clutch merupakan bagian dari Powertrain System yang terletak paling awal. Ini artinya tenaga yang dihasilkan oleh mesin pertama kali masuk ke kopling kemudian dilanjutkan ke transmisi, lalu masuk ke Propeller Shaft dan ke roda melalui Final Gear & Differensial. Karena kopling terletak paling awal sehingga fungsi dari komponen ini yaitu untuk memutuskan dan menghubungkan putaran atau tenaga dari mesin ke sistem transmisi tenaga lainnya melalui kerja pedal.

Fungsi Kopling Mobil

Kopling pada mobil
Kopling berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan putaran atau tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal.

Berikut adalah beberapa fungsi dari sistem kopling pada kendaraan yang perlu diketahui:

1. Menghubungkan atau memutuskan putaran dari mesin ke transmisi

Ketika mesin menghasilkan putaran maka kopling akan bekerja untuk  menghubungkan atau memutuskan putaran dari mesin ke transmisi sesuai dengan perintah pengemudi.

2. Memperhalus pemindahan gigi pada transmisi

Ketika pengendara menginjak pedal kopling maka putaran mesin akan berhenti sesaat dan terjadi pemutusan sesaat ke transmisi. Pemutusan sesaat ini menimbulkan kecepatan putaran gigi transmisi menjadi berkurang. Akantetapi, karena ada komponen synchronmesh yang merupakan bentuk kopling gesek maka putaran kedua gigi (mesin dan transmisi) menjadi sama dan seirama sehingga pemindahan gigi pada transmisi lebih halus.

3. Memberhentikan mobil tanpa tuas berada di posisi netral

Teorinya, mobil akan berhenti ketika tuas berada di posisi netral. Akantetapi, kita juga bisa memberhentikan mobil tanpa tuas berada di posisi netral. Adapun caranya yaitu dengan menginjak pedal kopling. Ketika pengendara menginjak pedal kopling maka kecepatan putaran transmisi berkurang dan lama kelamaan mobil akan berhenti.

4. Menghindari Engine Brake

Engine Brake yaitu teknik menurunkan kecepatan dengan memanfaatkan putaran mesin selain mengerem secara konvensional. Biasanya pengemudi menurunkan gigi secara drastis, contohnya saja dari gigi 4 turun ke gigi 2. Kondisi ini akan mengakibatkan Engine Brake tinggi dan berpotensi terjadinya kerusakan pada transmisi. Akan tetapi, dengan adanya kopling kondisi ini dapat teratasi.

5. Menghaluskan gerak mobil terutama saat awal berjalan

Saat menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi, akan terjadi hentakan yang menganggu gerak kendaraan. Dengan adanya komponen kopling maka mobil akan bergerak dengan halus tanpa adanya hentakan.

Komponen Kopling Mobil

Komponen - Komponen Utama Kopling Pada mobil
Komponen utama kopling pada mobil yaitu pedal kopling, master clutch (master kopling atas), power clutch (master kopling bawah), release fork (garpu pembebas), release bearing (bantalan pembebas), clutch cover (tutup kopling), clutch disc (plat kopling), flywheel (roda gila)

Berikut adalah  komponen yang berperan penting pada sistem kopling kendaraan:

No Nama Komponen Fungsi
1 Pedal Kopling Menyambungkan atau memutuskan kopling.
2 Master Clutch (Master Kopling Atas) Mengubah tekanan mekanis menjadi tekanan hidrolik.
3 Power Clutch (Master Kopling Bawah) Mengubah tekanan hidrolik menjadi gerak mekanis.
4 Release Fork (Garpu Pembebas) Menekan atau mendorong release bearing.
5 Release Bearing (Bantalan Pembebas) Menekan clutch cover plate.
6 Clutch Cover (Tutup Kopling) Menekan clutch disc.
7 Clutch Disc (Plat Kopling) Meneruskan putaran mesin dari clutch cover ke transmisi.
8 Flywheel (Roda Gila) Menyimpan putaran mesin apabila terjadi kelebihan tenaga.

Cara Kerja Kopling Mobil

Secara umum alur dari cara kerja kopling mobil yaitu sebagai berikut :

Kaki pengemudi > Pedal Kopling > Master Kopling Atas > Master Kopling Bawah > Release Fork > Release Bearing > Clutch Cover > Clutch Disc > Flywheel > Input Shaft Transmisi

Pada dasarnya kopling selalu berada di 2 kondisi yaitu ketika pengendara menginjak pedal kopling  dan pengendara tidak menginjak pedal kopling. Berikut adalah cara kerja kopling ketika berada di dua kondisi tersebut :

a. Pedal Kopling Mobil Diinjak

Cara kerja kopling ketika diinjak
Ketika pedal kopling diinjak maka putaran dari mesin ke transmisi akan terputus dan tidak menghasilkan putaran.

Ketika pengendara menginjak pedal kopling maka putaran dari mesin ke transmisi akan terputus dan tidak menghasilkan putaran.  Adapun cara kerjanya yaitu ketika kopling diinjak maka posisi release bearing akan menekan pegas pada clutch cover dan pressure plate akan terangkat & tidak menekan clutch disc. Sehingga tenaga dari mesin ke transmisi akan terputus dan mobil tidak dapat bergerak.

b. Pedal Kopling Mobil Dilepas

Cara kerja kopling ketika di lepas / tidak diinjak
Ketika pedal kopling dilepas maka putaran dari mesin ke transmisi akan tersambung dan menghasilkan putaran.

Ketika pengendara melepaskan pedal kopling maka putaran dari mesin ke transmisi akan tersambung dan menghasilkan sebuah putaran. Adapun cara kerjanya dari kondisi ini yaitu ketika kopling dilepas maka posisi release bearing tidak menekan pegas pada clutch cover dan pressure plate akan menjepit & menekan clutch disc. Sehingga tenaga dari mesin ke transmisi akan tersambung dan mobil dapat bergerak.

Jenis Jenis Kopling Mobil

Dalam penerapan nya, jenis – jenis kopling sangatlah banyak. Akan tetapi secara garis besar kopling terbagi menjadi 4 garis besar yaitu kopling berdasarkan jumlah plat nya, kopling berdasarkan pelumas nya, kopling berdasarkan cara kerjanya dan kopling berdasarkan sistem penggerak nya.

1. Jenis Kopling Berdasarkan Jumlah Plat

a.Kopling Plat Tunggal (Single Plat)

Kopling Plat Tunggal adalah jenis kopling yang  hanya terdapat satu kopling saja. Jenis kopling ini biasanya kita temui pada mobil yang memiliki transimis manual.

b.Kopling Plat Ganda (Multiple Plat) 

Kopling plat banyak adalah jenis kopling yang  terdapat beberapa kopling. Jenis kopling ini biasanya kita temui pada mobil yang bertransmisi otomatis

2. Jenis Kopling Berdasarkan Kondisi Pelumas

a.Kopling Kering (Dry Clutch)

Kopling Kering
Kopling kering yaitu kopling yang tidak terendam oleh oli mesin

Kopling kering adalah kopling yang sifatnya kering karena tidak terendam oleh oli mesin. Jika kopling ini terendam oli maka akan terjadi slip dan kopling tidak akan bekerja. Umumnya penggunaan kopling ini  yaitu pada kendaaan mobil yang bertransmisi manual.

b.Kopling Basah (Wet Clutch)

Kopling Basah
Kopling basah yaitu kopling yang terendam oleh oli mesin

Kopling basah adalah kopling yang sifatnya basah karena terendam oleh oli mesin. Umumnya penggunaan kopling ini  yaitu pada sepeda motor yang bertransmisi otomatis.

3. Jenis Kopling Berdasarkan Cara Kerja

a.Kopling Gesek (Friction Clutch)

Kopling Gesek
Kopling gesek yaitu kopling yang memanfaatkan gesekan pada proses pemindah tenaganya.

Kopling gesek merupakan kopling yang memanfaatkan gesekan pada proses pemindah tenaganya. Gesekan ini berasal dari komponen – komponen nya yaitu fly wheel, clutch disc dan pressure plate. Umumnya penggunaan kopling ini  yaitu pada motor dan mobil yang bertransmisi manual.

b.Kopling Magnet(Magnetic Clutch)

Kopling Magnet
Kopling magnet yaitu kopling yang memanfaatkan magnet pada proses pemindah tenaganya.

Kopling magnet merupakan kopling yang memanfaatkan magnet yaitu berupa gaya tarik magnet dalam proses pemutusan atau penghubungan arus pada proses pemindah tenaga. Contoh penggunaan kopling ini yaitu yaitu sisrem AC pada mobil.

c.Kopling Fluida (Fluid Clutch)

Kopling Fluida
Kopling fluida yaitu kopling yang memanfaatkan aliran fluida pada proses pemindah tenaganya.

Kopling magnet merupakan kopling yang memanfaatkan aliran fluida pada proses pemindah tenaganya. Fluida yang mengalir akibat tekanan atau putaran akan memberikan efek dan tenaga putar pada bagian kopling sehingga kopling ini dapat berputar juga. Contoh penggunaan kopling ini yaitu pada torque converter yang bertransmisi otomatis atau kipas radiator.

4. Jenis Kopling Berdasarkan Sistem Penggerak

a.Kopling Mekanis

Kopling Mekanis
Kopling mekanis yaitu kopling yang menggunakan gerak mekanikal pada sistem penggeraknya.

Kopling Mekanis adalah kopling yang memanfaatkan gerak mekanikal yaitu berupa dorongan dan tarikan yang didapat dari pedal. Adapun caranya untuk menghubungkan pedal dengan kopling yaitu dengan menggunakan kabel kopling yang terbuat dari  kawat baja.  Contoh penggunaan kopling ini yaitu pada pada sepeda motor.

b.Kopling Hidrolis

Kopling Hidrolik
Kopling hidrolik yaitu kopling yang menggunakan aliran fluida pada sistem penggeraknya.

Kopling Hidrolis adalah kopling yang memanfaatkan cairan atau fluida. Cara kerjanya yaitu ketika fluida mendapatkan tekanan maka fluida akan masuk ke pipa untuk menekan agar kopling dapat bekerja.

c.Kopling Sentrifugal 

Kopling Sentrifugal
Kopling sentrifugal yaitu kopling yang menggunakan gaya sentrifugal pada sistem penggeraknya.

Kopling Sentrifugal adalah kopling yang memanfaatkan gaya sentrifugal untuk menghubungkan mesin ke transmisi. Semakin besar putaran mesin nya, maka akan semakin erat hubungan mesin dan transmisi nya.

Kesimpulan

Kopling adalah komponen pada mobil yang sangat penting. Sebab kopling berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan putaran dari mesin ke transmisi.  Dari transmisi,  putaran akan masuk ke roda melalui Final Gear & Differensial untuk menggerakkan mobil. Sehingga dari fungsi tersebut, kita ketahui bahwa tanpa adanya kopling maka mobil tidak dapat bergerak.

Tinggalkan komentar