Gubernur BI Ungkap Data Inflasi Tidak Benar, Bawahan Beberkan Sikap Jokowi dan Sri Mulyani

caramesin.com-Staf Khusus Menteri Keuangan Prastow Yustinus Bidang Komunikasi Strategis mengungkapkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait reaksi Said Didu atas pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Perry Warjiyo mengungkapkan, kenaikan harga pangan tidak wajar dan inflasi saat ini berada di level 10,47 persen.

Menurut Perry Warjiyo, inflasi pangan tidak boleh melebihi 5-6 persen.

Hal ini karena inflasi pangan bukan hanya masalah ekonomi, tetapi terkait dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kemudian menanggapi pernyataan tersebut. Said Didu mengatakan Perry Warjiyo tidak mendapat pencerahan apapun dari Prastow Yustin.

Kelegaan datang di tengah kabar bahwa situasi di Indonesia baik-baik saja.

Sepertinya Gubernur BI belum mendapat pencerahan dari Mas @prastow bahwa semuanya baik-baik saja. Dan mungkin tuan-tuan dari pertahanan dan tuan-tuan dari pertanian tidak melaporkan keberhasilan situasi pangan. Dan mungkin BPS belum memasukkan data panen sawah baru ratusan ribu hektare,” kata Said Didu, seperti dikutip Mind-Rakyat.com dari akun Twitter-nya. Menanggapi pernyataan Said Didu, Prastowo Yustinus kemudian membahas sikap Jokowi dan Sri Mulyani.

“Presiden dan menteri keuangan selalu mengatakan bahwa situasi geopolitik sangat dinamis dan menantang. Kita semua tahu dampaknya terhadap perekonomian. Pemerintah terus berusaha melindungi rakyat. Yang saya lawan adalah informasi yang salah dan akun pesimis, jadi Saya mencoba melindungi orang.” kata Prastowo Yustinus melalui akun Twitter-nya.

Related posts