4 Teknik Andalan Cara Mengurangi Berat Piston

Kawula muda maupun berumur yang hobi mengutak-atik motor tentu mengetahui bagian motor yang satu ini. Piston merupakan spare part motor yang punya peran penting dalam memicu laju gerak motor. Komponen yang bergerak naik turun ini menghasilkan tenaga yang akan menentukan apakah motor akan berjalan lambat atau cepat. Di sinilah mengapa cara mengurangi berat piston memiliki pengaruh besar.

Seperti halnya suatu benda yang berat cenderung memiliki kinerja yang lambat, piston motor juga seperti itu. Berat piston dapat mempengaruhi cepat lambatnya kinerja piston, yang kemudian berpengaruh pada laju tidaknya mesin akan memompa tenaga. Sebab itu, banyak yang melakukan modifikasi pada berat piston agar dapat menghasilkan kerja mesin yang lebih maksimal.

Bagaimana Cara Mengurangi Berat Piston?

Pengurangan berat pada piston sebenarnya bertujuan untuk meringankan putaran mesin. Lalu apakah itu berarti pengaturan komponen dari pabrik salah? Tentu tidak. Setelan pabrik tentu sudah ideal. Namun, untuk beberapa orang yang menyukai motor dengan speed-mode tinggi khususnya yang menyukai race atau balapan, pengurangan berat piston memberikan kecepatan yang lebih garang. Apabila Anda merupakan salah satunya, beberapa cara mengurangi berat piston di bawah ini wajib untuk Anda simak.

1. Drill Pada Dinding Piston

Piston yang Sedang Dilubangi
Piston yang Sedang Dilubangi

Teknik untuk mengurangi berat piston yang paling sering dilakukan yang pertama adalah dengan men-drill pada dinding piston. Teknik ini cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga serta biaya yang besar. Beberapa penyuka otomotif bahkan dapat melakukannya sendiri. Caranya adalah dengan melubangi dinding piston di bagian atas, bawah, atau keduanya dengan menggunakan mesin bor.

Tergantung dari berat piston before dan after, ukuran diameter lubang bor akan bervariasi. Variasi ukuran kecil umumnya berkisar pada 1 hingga 2 milimeter, sedangkan ukuran besar melebihi itu namun tidak sampai melebihi 5 milimeter. Dalam beberapa kasus juga ada yang melakukan teknik drill hingga hanya setengah dinding piston saja tanpa menembusi-nya.

2. Trimming Piston

Pemangkasan Pada Bagian Bottom Piston
Pemangkasan Pada Bagian Bottom Piston

Ada bagian tertentu pada tubuh piston yang dapat di-trim (dipangkas), tanpa mengurangi ketahanan piston. Contohnya adalah bagian bokong piston (bagian bawah) dan bagian sisi kanan maupun kiri. Untuk bagian bokong, umumnya bagian ujung kiri dan kanan bokong saja yang mengalami pemangkasan. Perlu diingat bahwa cara kedua ini hanya dapat dilakukan pada cast piston, yaitu piston cor.

Mesin gerinda atau pisau tuner menjadi andalan untuk teknik yang satu ini. Cara trimming mengurangi lebih banyak beban berat daripada teknik drill dinding piston. Satu hal yang menjadi perhatian penting pada teknik ini adalah pastikan pemangkasan tidak menyisakan “sisa” yang menonjol di dinding piston. Jika hal tersebut terjadi, segera lakukan penghalusan untuk mencegah adanya friksi yang dapat merusak piston.

Baca juga: Apa fungsi cincin pada piston mesin?

3. Pembuatan Alur Pada Dinding Piston

Ulir Pada Tubuh Piston
Ulir Pada Tubuh Piston

Cara berikutnya adalah dengan membuat alur atau ulir pada dinding piston. Untuk melakukan teknik yang satu ini, Anda harus menggunakan mesin bubut. Biasanya, hanya ada dua sampai tiga ulir yang dapat mengurangi beban piston sampai maksimal. Selebihnya daripada itu akan menurunkan daya tahan piston dan mengakibatkan kerusakan parah.

Teknik alur ini juga mempunyai suatu kelebihan dibandingkan teknik pengurangan beban piston lainnya. Faktanya, dua hingga tiga ulir yang terbentuk setelah proses ini dapat menjadi jalur aliran oli antara dinding liner dan piston. Sirkulasi oli yang lancar dan lubrikasi yang tepat akan menghasilkan kinerja mesin yang halus dan optimal.

4. Teknik Keruk Piston

Kerukan Pada Bagian Dalam Piston
Kerukan Pada Bagian Dalam Piston

Untuk piston jenis forged (piston yang melewati proses penempaan dalam pembuatannya), teknisi atau ahli bubut dapat mengeruk bagian dalam piston untuk mengurangi beratnya. Dengan menggunakan mesin freise, teknik ini akan memangkas cukup banyak beban dari bagian dalam piston dan membuatnya jadi jauh lebih ringan.

Khusus teknik ini, Anda wajib melakukan perhitungan dengan matang dan mendiskusikan-nya dengan teknisi ahli. Sebab, Anda tentu tidak akan mau pengerukan mengakibatkan lapisan dalam piston menjadi terlalu tipis dan meresikokan umur piston Anda.

Tinggalkan komentar