57 orang tewas di Tanah Suci

caramesin.com-Panitia Penyelenggara Haji Arab Saudi (PPIH) mengadakan pertemuan dengan Kelompok Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) pada Sabtu, 16 Juli 2022, di kantor Makkah Daker di Arab Saudi. Banyak peziarah yang masih mati dan tidak tahu apa-apa. ada catatan penting tentang rukun haji.

Menurut data Siskohat dari Kementerian Agama, 27 orang meninggal sebelum puncak haji Armuzna (4 Juni – 7 Juli 2022). Sementara di Armuzno, 16 orang tewas (8-12 Juli 2022). 14 orang meninggal di pasarmuzna (dari 13 Juli hingga hari ini). Sebanyak 57 orang tewas di Arab Saudi selama pelayaran 1443 Hijriah.

Dirjen Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan, usai Armuzna, masyarakat bahkan pejabat kerap merasa lelah. Selain itu, situasi kesehatan di desa berbeda dan tidak sepenuhnya dirasakan. Di sisi lain, KBIHU sebagai pembina juga ingin memanfaatkan kesempatan selama berada di Tanah Suci untuk membantu jamaah mengoptimalkan pelayanannya.

“Kami berharap ada proses komunikasi yang intensif, baik antara kami, KBIHU, maupun para pejabat sektor agar keduanya dapat berjalan dengan lancar,” kata Hilman dalam keterangannya dan dilansir Mediaindonesia.com, Senin, 18 Juli 2022. Hilman percaya bahwa kematian adalah takdir Tuhan. Namun ia berharap upaya serupa akan dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan melakukan tindakan pencegahan.

“Kementerian Agama tidak ada batasan pelayanan. Kami ingin memastikan jemaah yang mengikuti kegiatan ini dalam kondisi terbaik. Yang belum memenuhi syarat bisa ditunda sampai kekuatan.” ” kata Hilman. Hilman ingin bisa membahas banyak hal terkait penyelenggaraan haji dengan KBIHU dan ormas Islam ke depannya. Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan keterlibatan KBIHU dalam kepedulian masyarakat. Ia berharap KBIHU dapat bersinergi membawa kesejahteraan bagi masyarakat sehingga dapat bertemu kembali dengan keluarganya di tanah air.

See also  Warganet Diminta Lebih Selektif Memilih Informasi Agar Ttidak Mudah Kena Phising

Bimbingan Luar Biasa Sebelumnya, Ketua PPIH Arab Saudi yang juga Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan, pemerintah terus berupaya menyediakan segala sarana penunjang kelancaran pelaksanaan ibadah. Namun hakikat penyelenggaraan haji adalah ibadah.

Related posts