Pengertian Kondensasi (Mengembun): Contoh, Mekanisme dan Manfaatnya

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan kondensasi dan bagaimana proses cara terjadinya? Lalu, apa saja aplikasi dan manfaatnya bagi kehidupan manusia?

Faktanya, kondensasi yang merupakan sebuah peristiwa alami itu bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan ini telah dimanfaatkan oleh banyak manusia bahkan diimpelementasikan dalam beberapa sektor besar, misalnya pada pembangkit listrik. Tak heran jika pelajaran tentang kondensasi diajarkan di bangku sekolah mengingat bagaimana kontribusinya dalam kehidupan kita.

Meskipun peristiwa ini berlaku dengan sendirinya, kalian bisa saja mengupayakan terjadinya kondensasi dengan menciptakan keadaan tertentu. Tidak hanya itu, kalian bahkan bisa menganalisa proses kondensasi, mulai dari seberapa cepat mekanismenya, berapa banyak air/embun yang dihasilkan dan sebagainya. Itu kalau kalian punya ilmunya.

Apa itu kondensasi?

kondensasi pada daun
Embun pada daun aadalah hasil dari kondensasi

Kondensasi atau mengembun adalah proses perubahan wujud zat dari uap (gas) menjadi embun (cair) saat didinginkan pada suhu tertentu. Lawan katanya adalah penguapan, dimana wujud zat cair berubah menjadi uap ketika dipanaskan. Pengembunan terjadi saat suhu suatu uap turun lebih rendah dari suhu jenuh yang dimilikinya.

Misalnya air. Air bisa berubah menjadi gas atau uap saat dipanaskan dengan temperatur sekitar 100 derajat Celcius pada tekanan atmosfer. Saat menjadi gas, uap air kemudian didinginkan hingga menjadi cair kembali. Proses kembalinya uap air menjadi cairan air ini lah yang disebut KONDENSASI.

Baca juga: Apa Itu Turbin? Berikut Cara Kerja Turbin Berdasarkan Fungsinya!

Contoh peristiwa kondensasi

contoh peristiwa kondensasi
Contoh peristiwa kondensasi pada kaca mobil

Berikut contoh peristiwa kondensasi yang terjadi tiap saat dan biasa kalian saksikan:

  • Embun pagi. Kandungan air pada udara mengembun dan menempel di rumput yang dingin
  • Butiran di botol minuman. Botol minum yang dingin menyebabkan kelembaban pada udara untuk mengembun pada permukaan botol
  • Kaca depan berkabut. Udara di dalam mobil mengandung kelembapan (biasa karena AC hidup) ditambah dengan napas dari penumpang dapat membuat kaca mobil yang dingin itu berkabut, dan mengaburkan penglihatan kalian
  • Cermin berkabut. Sama saat kalian melihat cermin yang berkabut ketika sedang mandi
  • Nafas berembun. Jika udara di sekitar sangat dingin, kalian akan bisa melihat nafas kalian seperti berkabut
  • Awan. Adalah contoh kondensasi tanpa permukaan dingin, melainkan interaksi dengan gas yang dingin

Contoh lain yang bisa kalian kenali adalah terbentuknya air hujan. Air ini awalnya menguap dikarenakan panas dan naik ke permukaan atmosfer (uap itu sangat ringan, makanya bisa naik). Di sana, uap ini menyentuh permukaan dingin mengakibatkan pemadatan pada uap dan akhirnya menjadi cair kembali. Karena gaya gravitasi, cairan air ini turun dan terjadilah hujan di permukaan bumi.

Bagaimana proses terjadinya kondensasi?

proses terjadinya kondensasi
Proses terjadinya kondensasi – butirn air pada botol dingin

Kondensasi umumnya terjadi ketika udara lembab (lembab artinya mengandung air) berinteraksi dengan permukaan atau gas yang lebih dingin. Saat ini terjadi, kalian akan bisa melihat butiran air melekat pada permukaan suatu benda atau melayang di udara (kabut).

Tentu ada teori fisika dibalik kondensasi. Sama seperti zat lainnya, air juga terdiri dari sekumpulan molekul. Saat jadi uap, molekul air menjadi lebih ringan, saling berjauhan dan bergerak sangat cepat. Molekul ini kemudian berinterakasi dengan permukaan atau udara yang lebih dingin, membuat molekul uap air mejadi lebih berat, lebih dekat satu sama lain dan melambat. Dari sinilah molekul air bergabung dan menyatu dengan molekul lainnya.

Kondensasi bisa berasal dari uap air yang dipanaskan, bisa juga dari udara memiliki kandungan air (lembap, sifatnya basah). Pada akhirnya, kedua zat iniĀ  akan berubah wujud menjadi titik-titik air jika terjadi pengembunan.

Penyebab terjadinya kondensasi adalah perbedaan suhu. Misalnya udara lembab yang berada di tempat dingin dapat membuat panas pada udara berpindah/keluar. Saat itu terjadi, temperatur udara lembab menjadi turun drastis, membuat kandungan air pada udara menyatu dan menjadi proses awal terbentuknya butiran butiran cair yang kita sebut sebagai embun.

Manfaat dan aplikasi kondensasi

Manfaat dan aplikasi kondensasi
Manfaat dan aplikasi kondensasi – gambar kondensor/kondenser

Beberapa aplikasi komersil kondensasi, baik dari pengguna biasa maupun pelaku industri, seperti pembangkit listrik (kondensor), desalinasi air, manajemen kalor, sistem pendingin seperti kulkas dan air conditioner (AC).

Peran kondensasi pada pembangkit listrik

Salah satu komponen krusial pada sistem pembangkit listrik tenaga uap adalah Kondensor. Fungsi kondensor adalah untuk mengubah uap air bersuhu tinggi yang keluar dari turbin menjadi air biasa dengan temperature normal agar bisa dipompa. Jika tidak dalam bentuk cair, maka air tidak akan bisa diberi tekanan untuk mengalir.

Penghasil air

Ketika proses terbentuknya mendapatkan campur tangan manusia, hasilnya dapat digunakan untuk banyak hal. Salah satunya ialah pembuatan sumur udara dan pagar kabut. Sumur udara dibuat dengan memanfaatkan mekanisme kondensasi yang menghasilkan butirn air. Butiran air ini dikumpulkan dalam suatu wadah, itulah sumur udara. Tujuannya tentu menghasilkan air dalam jumlah besar. Nantinya, air ini bisa didistribusikan ke daerah yang mana sering mengalami kekurangan air setiap tahunnya.

Kelembaban tanah

Tidak hanya itu saja, manfaat dari kondensasi ini ialah menjaga kelembaban tanah, khusus pada daerah yang sering dilanda kekeringan. Tanah yang lembab dapat menunjang keberhasilan dunia pertanian dan perkebunan. Manfaat seperti ini tentu sangat diharapkan.

Dampak kondensasi berlebihan

Campur tangan manusia terkadang membuat fenomena berjalan tidak semestinya. Hasilnya bisa berlebihan dan mengakibatkan permasalahan baru.

Salah satu contoh dampak dari kondensasi yang dibentuk dari pembangun konstruksi ialah mengakibatkan kelembaban yang tidak terkontrol. Kelembaban ini secara tidak langsung mengakibatkan munculnya pembusukan material, hingga menimbulkan korosi atau melemahnya konstruksi bangunan di sekitarnya.

Tak hanya itu, kondensasi dalam ruangan sering dikaitkan dengan korsleting pada peralatan elektronika. Dan ini sangat berbahaya jika peralatan tersebut berkaitan langsung dengan alat kesehatan.

Adanya perubahan wujud uap menjadi cairan membuat sambungan peralatan elektronika menyatu. Pada akhirnya, ada kemungkinan terjadinya korsleting yang bisa menimbulkan kerusakan alat. Bahkan bisa mengakibatkan kebakaran.

Menyadari akan hal ini, penempatan peralatan harus dilakukan dengan tepat. Yakni dengan mengusahakan tempat yang mana memiliki suhu stabil. Tepatnya, suhu ruangan tidak sampai menimbulkan proses kondensasi tersebut.

Meminimalkan dampak kondensasi pada ruangan

Mengurangi dampak kondensasi
Mengurangi dampak kondensasi – pada ruangan

Dampak kondensasi sangat merugikan pada beberapa kasus. Dan sebagai upaya untuk menghindari kerugian ini, kalian perlu melakukan tindakan pencegahan supaya tidak terjadi secara berlebihan. Di antara caranya adalah sebagai berikut.

Usahakan sinar matahari masuk ke dalam ruangan

Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Fungsi utamanya untuk menjaga suhu agar tidak terlalu lembab. Karena bila kondisinya lembab, udara akan berubah wujud menjadi benda cair.

Hidupkan kipas angin

Kipas angin sangat bermanfaat untuk meminimalkan proses kondensasi secara terus menerus. Kipas ini bekerja dengan membantu udara yang terperangkap dalam ruangan agar menyebar. Penyebaran udara ini membuat sirkulasi ruangan menjadi lancar dan pengembunan tidak akan terjadi.

Tinggalkan komentar