Pengertian Switch (Sakelar), Jenis Beserta Fungsinya

Switch atau sakelar adalah komponen elektronik yang sudah kita gunakan sejak lama, dan bahkan mungkin hampir semua orang pertama kali berinteraksi dengan komponen elektronik pasti adalah switch. Fungsi dan peranan switch terlihat simpel tapi sangat bermanfaat dan penting di hampir setiap sistem atau rangkaian elektronik. Kali ini kita akan melihat secara mendalam mengenai switch, jenis, dan fungsinya masing-masing.

Pengertian Switch

Switch adalah  komponen listrik yang dapat menyambungkan atau memutus rangkaian listrik baik itu secara otomatis atau manual. Switch terutama bekerja dengan mekanisme koneksi ON (tersambung) dan OFF (terputus). Berbagai jenis rangkaian listrik atau sistem elektronik menggunakan switch dengan berbagai kombinasi dan jenis. Dua komponen penting dalam switch yang menentukan status koneksi suatu rangkaian listrik adalah pole dan throw.

Switch adalah
Pengertian Switch

Istilah throw dan pole juga digunakan untuk menjelaskan variasi switch . Jumlah pole adalah jumlah rangkaian terpisah yang dikendalikan oleh switch. Jumlah throw adalah jumlah rangkaian terpisah yang dapat dihubungkan oleh switch. Kita akan lihat detil penerapan pole dan throw dalam penjelasan mengenai jenis-jenis switch.

Jenis dan Fungsi Switch

Jenis Switch
Jenis Switch

Switch dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan beberapa kategori seperti pole dan throw, mekanisme kerja, dan switch elektronik. Kita akan lihat jenis-jenis switch pada masing-masing kategori tersebut.

Jenis Switch berdasarkan Pole dan Throw

1. Single Pole Single Throw (SPST)

SPST
SPST

Switch jenis Single Pole Single Throw(SPST) adalah switch on / off dasar yang hanya menghubungkan atau memutus koneksi antara dua jalur rangkaian listrik. Switch ini juga disebut toogle switch. SPST memiliki dua terminal yaitu satu input dan satu output.

Rangkaian SPST
Rangkaian SPST

Jika kita lihat pada rangkaian di bawah yaitu rangkaian sederhana switch dan lampu, maka dapat dilihat bahwa SPST mengontrol satu jalur (pole) dan menghasilkan satu sambungan (throw). Secara mudah SPST disebut switch on / off, ketika switch off arus tidak mengalir dan ketika on maka arus akan mengalir kemudian bola lampu pada rangkaian tersebut akan menyala.

2. Single Pole Double Throw

SPDT
SPDT

Switch jenis single pole double throw (SPDT) adalah switch tiga terminal, satu untuk input dan dua lainnya untuk output. SPDT akan menghubungkan satu terminal input bersama atau COM terminal ke salah satu dari 2 terminal output. Kita akan lihat contoh gambar berikut untuk melihat cara kerja SPDT.

Rangkaian SPDT
Rangkaian SPDT

Dalam rangkaian di atas, terdapat terminal input yang kita namakan common terminal atau terminal bersama yang menjadi jalur arus listrik dari sumber. Terdapat dua terminal output yaiut A dan B yang masing-masing terhubung ke lampu A dan lampu B. Switch jenis SPDT akan berfungsi memilih ke jalur mana rangkaian akan menyalurkan listrik apakah A atau B. Jika ke A maka lampu A akan menyala dan lampu B akan mati, begitu pula sebaliknya. Inilah konsep double throw yang dimaksud, yaitu ada dua jenis pilihan output yang diatur oleh switch.

3. Double Pole Single Throw

DPST
DPST

Switch Double Pole Single Throw (DPST) adalah switch dengan dua pole dan satu throw. Double pole berarti bahwa komponen ini memiliki dua switch yang identik, berdampingan, dan dioperasikan oleh satu mekanisme switch atau toggle tunggal. Dengan kata lain switch jenis DPST mengatur dua rangkaian berbeda dalam satu kali switch.

Rangkaian DPST

Kita lihat pada contoh rangkaian di atas yang menggunakan switch DPST. Terdapat dua rangkaian yaitu A dan B dengan satu switch jenis DPST. Switch pada rangkaian tersebut terlihat seperti dua switch SPST tapi jika menggunakan konsep switch DPST maka kedua switch tersebut dioperasikan bersama sama. Contohnya, jika switch di-set ke ON maka lampu dan LED akan menyala sementara jika di-set ke OFF maka lampu dan LED akan mati. Dengan model DPST tidak memungkinkan untuk lampu menyala dan LED mati atau sebaliknya.

4. Double Pole Double Throw

Rangkaian DPDT
Rangkaian DPDT

Switch Double Pole Double Throw (DPDT) adalah switch yang setara dengan dua switch SPDT. Switch ini mengoperasikan dua rangkaian terpisah (A dan B jika di gambar di atas), menghubungkan masing-masing dari dua input ke salah satu dari dua output. Posisi switch akan menentukan masing-masing input akan mengalir ke jalur yang mana dari dua output yang tersedia di masing-masing terminal. Pada rangkaian di atas ada dua pilihan switch akan mengalirkan arus yaitu apakah Lampu dan Buzzer yang akan menyala atau LED dan Speaker yang akan menyala.

Baca juga: Pengertian Resistor: Fungsi, Jenis, Simbol Dan Kode Warna

Jenis Switch berdasarkan Mekanisme Kerja

1. Single switch

"<yoastmark

Single switch adalah switch yang secara mekanis bekerja dengan konsep ON atau OFF secara permanen. Jika Switch ditekan ke posisi ON (1) atau ke posisi OFF (0) maka begitu pula yang terjadi pada rangkaian tersebut. Switch jenis ini adalah switch yang paling sederhana yang sehari hari kita jumpai.

2. Switch push button

Push Button
Push Button

Switch jenis push button memiliki konsep kerja kondisi ON dan OFF yang sementara yaitu hanya selama button ditekan lalu di tahan. Jika button dilepas dari tekanan maka switch akan kembali berada dalam posisi OFF. Switch jenis ini berfungsi untuk rangkaian digital atau rangkaian yang membutuhkan aliran listrik sebagai trigger atau sebagai signal untuk digunakan di rangkaian berikutnya.

3. Limit switch

Limti Switch
Limit Switch

Limit switch bekerja hampir sama seperti push button. Yang membedakan secara mekanis adalah 2 kondisi yang dapat diberikan oleh limit switch. Normally Open artinya switch berada dalam posisi OFF jika tidak ditekan dan akan dalam posisi ON atau menyambungkan rangkaian jika ditekan. Kondisi Normally Closed adalah sebaliknya, switch ini ada dalam posisi ON jika tidak ditekan dan dalam posisi OFF jika ditekan.

4. Slide switch

Slide switch
Slide switch

Slide switch adalah jenis switch yang biasa digunakan untuk konsep switch tipe SPDT. Switch ini memiliki tiga pilihan yang digerakkan secara digeser (slide). Sesuai dengan konsep SPDT maka switch ini dapat menentukan anda akan mengalirkan listrik ke arah mana. Terkadang switch model ini memiliki nilai tengah yang berarti switch tidak mengalirkan rangkaian ke output manapun.

Kesimpulan

Banyak sekali yang dapat kita pelajari dari satu komponen yang sangat sederhana ini. Walaupun sederhana, tapi setiap komponen dapat memiliki berbagai variasi dan model yang diperlukan untuk menjawab setiap kebutuhan dari perkembangan teknologi yang setiap harinya tentu semakin berkembang. Oleh karena itu kita perlu mempelajari basic dari setiap komponen dengan baik untuk dapat memahami cara suatu mesin atau suatu sistem bekerja dan kemudian dapat menggunakan komponen yang tepat untuk menjawab kebutuhan yang sesuai.

Tinggalkan komentar