Bagaimana Cara Kerja Air Conditioner (AC) Pada Mobil? Simak!

Mungkin banyak yang berpikir kalau sistem air conditioner mobil dapat menciptakan udara sejuk dengan sendirinya. Padahal yang benar adalah AC bekerja dengan menyerap panas dan kelembaban sehingga yang tinggal hanyalah udara yang lebih dingin.

Mempunyai pemahaman baik tentang sistem pendingin AC pada mobil akan membantu kalian dalam mencari solusi ketika terjadi masalah ke depannya. Karena itu, banyak artikel ini dengan baik dan ambil manfaat dari informasi yang disajikan.

Pengertian Air Conditioner Mobil

Air Conditioner biasa disingkat AC merupakan suatu sistem pendingin yang terdiri dari beberapa komponen penting dengan fungsinya masing masing. Ada yang berfungsi untuk menyerap panas, membawa panas, sampai membuang panas.

Umumnya, prinsip cara kerja AC di semua kendaraan mobil itu sama, yakni mengeluarkan panas dan kelembapan dari dalam mobil dengan menggunakan fluida yang dikenal dengan sebutan refrigerant. Jika ditelaah lebih dalam, cara kerja AC lebih kompleks dari itu. Untuk lebih detail, bagian selanjutnya akan menjelaskan prinsip cara kerja AC, komponen dan fungsinya.

Cara Kerja AC Mobil: Komponen dan Fungsi

Seperti pada umumnya, AC mobil juga memiliki susunan komponen serupa dengan AC konvensional. Berikut penjabaran mengenai komponen bagian AC beserta fungsinya:

1. Kompresor

kompresor AC mobil
Kompresor AC mobil

Kompresor AC digerakkan oleh poros engkol mesin kendaraan melalui tali penghubung. Fungsi dari komponen ini adalah untuk menaikkan tekanan dan suhu refrigerant yang berbentuk gas. Selain itu, Kompresor juga mampu memberi dorongan pada refrigerant sehingga bisa mengalir ke seluruh komponen pada sistem.

2. Kondensor

kondensor ac mobil
Kondensor ac mobil

Kondensor pada AC mobil pada dasarnya bekerja seperti radiator, yakni meradiasikan panas keluar dari sistem. Singkatnya, fungsi kondensor adalah untuk mengeluarkan panas dari refrigerant. Setelah kehilangan panas, refrigerant berubah menjadi cair kembali atau dengan kata lain terjadi proses kondensasi atau mengembun (itulah kenapa komponen ini disebut kondensor). Refrigerant sendiri masuk ke kondensor dalam bentuk gas termampatkan setelah dari kompresor.

3. Receiver atau dryer

diagram AC mobil
Dagram AC mobil – salah satunya receiver/dryer

Receiver atau dryer memiliki butiran butiran kecil yang dapat menarik dan mengeringkan kandungan air. Pada praktiknya, receiver-dryer berfungsi untuk menghilangkan partikel air yang masuk ke dalam sistem AC. Karena kandungan air yang dibiarkan bisa merusak sistem air conditioner. Dengan kata lain, receiver/dryer dapat menurunkan tingkat kelembapan refrigerant dan meneruskan nya ke evaporator.

4. Katup ekspansi termal (TXV)

Expansion valve
Siklus AC mobil – Expansion valve

Menurunkan tekanan refrigerant adalah tugas komponen ini. Kalau kalian bisa menyentuh komponen ini, maka kalian akan merasakan perubahan panas jadi dingin.

Refrigerant mengalir dari receiver-dryer melalui katup ekspansi ini, dimana terjadi proses ekspansi. Hasil dari proses ekspansi ini adalah turunnya tekanan refrigerant sehingga bisa masuk ke evaporator.

Katup ini dapat mendeteksi tekanan dan menyesuaikan aliran refrigerant sehingga memungkinkan sistem untuk bekerja secara konsisten. Namun, bagian dari katup sendiri biasanya aus, karena itu perlu diperiksa secara berkala.

Sebagian kendaraan memakai orifice tube sebagai ganti katup ekspansi. Meski demikian, fungsi kedua alat ini sama yaitu untuk menurunkan tekanan tekanan refrigerant sebelum masuk ke evaporator. Orifice tube memungkinkan refrigerant untuk mengalir dengan stabil dan tidak memiliki bagian yang bergerak. Namun masalahnya adalah orifice tube biasa tersumbat.

Sistem Air Conditioning dengan orifice tube secara otomatis menghidupkan dan mematikan AC untuk mengatur aliran refrigerant ke evaporator.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Kulkas Mendinginkan Makanan? Ini Jawabannya!

5. Evaporator

evaporator ac mobil
Evaporator ac mobil

Di sinilah hal menakjubkan terjadi. Sementara komponen lain terletak di kompartemen mesin, evaporator ini diletakkan pada bagian kabin. Meski kelihatannya seperti radiator, evaporator berfungsi untuk menyerap panas dari dalam mobil. Singkatnya, evaporator dapat menarik panas dari udara dalam mobil dan memindahkannya ke refrigerant.

Refrigerant masuk ke evaporator sebagai fluida yang dingin dan bertekanan rendah, idealnya sekitar 0 derajat Celcius, dimana menjadi sebab tidak boleh adanya kandungan air yang ikut (air akan membeku pada titik suhu ini). Di sisi lain, refrigerant yang termasuk fluida khusus tidak akan mencair pada 0 derajat Celcius.

Faktanya, panas yang ada di kabin cukup untuk membuat Refrigerant R-134 menguap (evaporasi) dan menjadi gas. Dalam bentuk gas, refrigerant dapat menyerap panas lebih banyak.

Komponen tambahan yang disebut akumulator akan diperlukan jika sistem menggunakan orifice tube. Komponen ini diletakkan di antara evaporator dan kompresor, berfungsi untuk menyerap kelebihan cairan pada refrigerant sebelum masuk ke kompresor.

Evaporator juga dapat menghilangkan kelembaban udara dalam mobil sehingga tercipta udara yang sejuk. Kalau kalian melihat tetesan butiran air dari mobil, bisa saja asalnya dari evaporator AC, jadi kalian tidak perlu khawatir.

Baca juga: 10 Alat Pada Sistem Pendingin Mesin Mobil, Radiator Masuk!

Recharging AC (Isi Ulang)

Apakah perlu melakukan isi ulang AC? jawabannya perlu perlu saja. Isi ulang AC maksudnya membersihkan sistem dan mengganti refrigerant lama dengan yang baru.

Pada kasus lain, AC mobil mu mungkin sudah kehilangan beberapa cairan refrigerant semenjak digunakan dari awal. Nah, jenis refrigerant yang direkomendasikan tentu saja tipe R-134a.

Tinggalkan komentar